Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Rapat Konsultasi TP PKK Blora 2026, Targetkan Ekonomi Mandiri hingga Bebas Stunting Resmikan SPPG Polres Blora 2, Bupati Arief Dorong Jadi Dapur Percontohan Program MBG‎ Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Dorong LDK RISMA Moetiah Jadi Percontohan Pembinaan Remaja Masjid di Blora Demi Pedagang Kecil, Bupati Blora Luncurkan Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional

Berita

Ribuan Warga Antusias Hadiri Tasyakuran HUT ke-79 RI dalam Gas Desa Bumi Blora

badge-check


					Ribuan Warga Antusias Hadiri Tasyakuran HUT ke-79 RI dalam Gas Desa Bumi Blora Perbesar

Klikjateng, Blora – Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Blora tumpah ruah di Jalan Pemuda, Blora, pada Jumat (16/8/2024) sore. Mereka berkumpul untuk mengikuti acara Tasyakuran HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Acara yang juga dikenal sebagai Gas Desa Bumi Blora ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan, khususnya hasil bumi yang melimpah.

Gas Desa, yang dalam budaya Jawa disebut juga sebagai sedekah bumi, adalah upacara adat yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diperoleh dari hasil bumi. Tradisi ini dikenal dengan berbagai nama di daerah lain, seperti Babarit dalam bahasa Sunda atau sedekah Barit dalam bahasa Betawi. Di Blora, Gas Desa biasanya diadakan di tingkat desa atau kelurahan, namun dalam rangka memperingati kemerdekaan RI, Bupati Blora Arief Rohman mengemasnya dalam skala yang lebih besar di tingkat kabupaten.

“Alhamdulillah, Gas Desa tingkat kabupaten bisa kita laksanakan kembali bersama masyarakat, seperti yang tahun lalu juga kita laksanakan pada tanggal 16 Agustus. Ini adalah ungkapan rasa syukur kita atas segala yang telah kita dapatkan hingga detik ini,” ujar Bupati Blora, Arief Rohman, dalam sambutannya.

Gas Desa Bumi Blora kali ini merupakan yang kedua kalinya digelar di tingkat kabupaten. Bupati Arief menyatakan kebanggaannya atas antusiasme warga Blora dalam melestarikan budaya tradisional ini. “Kami sangat bangga, seluruh warga Blora begitu antusias ’nguri-nguri’ budaya tak benda berupa Gas Desa Bumi Blora. Ini simbol persatuan dan kesatuan. Selain sebagai wujud rasa syukur, Gas Desa Bumi Blora juga mempunyai makna kebersamaan, kerukunan, serta saling memberi dan menerima dengan ikhlas dan riang gembira,” lanjutnya.

Dalam acara tersebut, sebanyak 11.980 sega berkat (nasi berkat) yang dibungkus dengan daun jati disajikan kepada sekitar 6.000 orang yang hadir. Acara ini melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintahan, swasta, tokoh masyarakat, hingga warga umum. Atmosfer penuh kehangatan dan persaudaraan terasa kental saat seluruh elemen masyarakat bersatu dalam kegiatan yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal ini.

Bupati Arief berharap agar Gas Desa Bumi Blora dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan skala yang lebih besar dan konsep yang lebih baik lagi. “Semoga tahun depan kita bisa melaksanakan lagi acara ini dengan lebih baik dan lebih meriah,” tambahnya.

Salah satu warga yang turut hadir, Rozie, yang berasal dari Kecamatan Jepon, menyatakan rasa senangnya bisa berpartisipasi dalam acara tersebut. Ia berharap Gas Desa Bumi Blora akan menjadi tradisi tahunan yang rutin digelar. “Dua kali ini ikut memeriahkan, semoga tiap tahun rutin, dengan konsep yang lebih menarik, dan harapannya Blora selalu aman, kondusif, dan semakin maju,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Acara Gas Desa Bumi Blora ini tidak hanya menjadi ajang untuk melestarikan budaya, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menyongsong masa depan yang lebih baik bagi Kabupaten Blora.

(Vg)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita