Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Rembesan Minyak Mentah dari Sumur Ilegal Resahkan Warga Blora

badge-check


					Rembesan Minyak Mentah dari Sumur Ilegal Resahkan Warga Blora Perbesar

Klikjateng, Blora – Rembesan minyak mentah akibat penutupan pengeboran sumur ilegal kembali meresahkan warga di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Cairan berwarna hitam pekat itu merembes hingga ke lahan sekitar, menimbulkan bau menyengat yang membuat masyarakat khawatir akan dampak kesehatan maupun lingkungan.

Peristiwa ini terjadi sejak beberapa hari terakhir di kawasan Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Blora. Minyak yang keluar akibat penutupan sumur ilegal tidak seluruhnya dapat ditampung, sehingga meluber ke saluran air, persawahan, dan area sekitar.

“Bau minyaknya sangat menyengat. Kami khawatir kalau terbakar atau mencemari sumur air warga,” ungkap Eko, salah seorang warga setempat, Kamis (2/10/2025).

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, rembesan minyak mentah itu juga menimbulkan risiko kebakaran karena sifatnya yang mudah terbakar. Sejumlah warga bahkan melaporkan adanya genangan minyak yang mengalir hingga ke lahan pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora langsung menurunkan tim ke lokasi. Beberapa langkah cepat dilakukan, di antaranya membersihkan area terdampak untuk mencegah meluasnya tumpahan minyak serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat keamanan, dan instansi terkait.

Kepala DLH Blora, Istadi, menegaskan pihaknya berkomitmen melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak pencemaran.

“Penanganan kami lakukan secepat mungkin sekaligus berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada 15 September 2025 lalu, DLH Blora menerima laporan dari masyarakat. Bersama SKK Migas, Pertamina, aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya, tim gabungan langsung terjun ke lapangan. Rembesan berhasil ditampung ke dalam kolam darurat, kemudian diangkut menggunakan truk untuk dititipkan ke Pertamina.

Sementara itu, Polres Blora juga merespons cepat laporan warga. Tim kepolisian bersama pemerintah daerah turun ke lokasi untuk mengamankan area dan memastikan tidak ada potensi kebakaran maupun ancaman lain bagi masyarakat.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menegaskan pihaknya telah menurunkan personel untuk membantu penanganan darurat.

“Kami juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area rembesan minyak demi keselamatan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kegiatan pengeboran ilegal lainnya.

Fenomena pengeboran minyak ilegal memang kerap terjadi di Blora yang dikenal sebagai salah satu lumbung migas di Jawa Tengah. Namun tanpa pengelolaan dan standar keamanan, aktivitas tersebut berisiko menimbulkan bencana lingkungan sekaligus mengancam keselamatan masyarakat.

“Alhamdulillah, pemerintah desa, dinas terkait, bersama aparat keamanan setempat sudah turun tangan melakukan penanganan darurat, termasuk membersihkan rembesan agar minyak tidak semakin meluas. Terima kasih semuanya,” pungkas Eko.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita