Menu

Mode Gelap
Polres Blora Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Jelang Operasi Ketupat Candi 2026 Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta BUMD PT BPE Gelar Pasar Murah di Kecamatan Jepon, Warga Antusias Sambut Harga Lebih Murah Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora

Berita

Puasa Ramadan Harus Mampu Menumbuhkan Kepekaan Sosial

badge-check


					Puasa Ramadan Harus Mampu Menumbuhkan Kepekaan Sosial Perbesar

Klikjateng, Blora – Berpuasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus mampu mengendalikan nafsu serta menumbuhkan kepekaan sosial. Hal itu disampaikan oleh Ir. H. Bambang Sulistya, dalam kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid Nurul Falah, Perumnas Karangjati, Blora, usai salat Subuh, Jumat (14/3/2025).

Dalam kultumnya yang bertajuk “Puasa Ramadan Menumbuhkan Kepekaan Sosial”, H. Bambang Sulistya menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan yang mulia, penuh keberkahan, dan menjadi waktu terbaik bagi umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Puasa harus menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, mengendalikan diri, serta membangun empati terhadap sesama. Jangan sampai puasa hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa ada peningkatan dalam kualitas diri dan sosial,” ujarnya.

Nafsu dan Pengendaliannya

Menurut H. Bambang Sulistya, dalam ajaran orang bijak Jawa, nafsu dalam diri manusia terbagi menjadi empat jenis:

1. Nafsu Lauwamah – nafsu biologis, seperti makan, minum, dan seksual.

2. Nafsu Supiah – nafsu duniawi, seperti kecintaan terhadap jabatan, kekayaan, dan kecantikan.

3. Nafsu Amarah – nafsu yang mudah tersulut emosi dan sulit dikendalikan.

4. Nafsu Mutmainah – nafsu yang bersifat positif dan selalu mengarah pada kebaikan.

“Ingat, nafsu itu ibarat api. Jika bisa dikendalikan, akan memberi manfaat. Tapi jika dibiarkan membara, justru bisa membakar diri sendiri,” tegasnya.

Ia pun mengajak jamaah untuk menjadikan puasa sebagai momentum perubahan diri, layaknya metamorfosis kupu-kupu yang berkembang dari telur, ulat, kepompong, hingga menjadi kupu-kupu yang indah dan bermanfaat.

Kepekaan Sosial dalam Ramadan

H. Bambang Sulistya menyebut bahwa puasa Ramadan harus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 2:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa.”

Hadis riwayat Al-Hakim juga menegaskan pentingnya kepekaan sosial, “Barang siapa yang tidak peduli terhadap kaum Muslimin, maka ia bukan termasuk golongan mereka.”

Bentuk nyata dari kepekaan sosial yang bisa diterapkan selama Ramadan, antara lain:

Menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

Menjalin silaturahmi dengan rajin salat berjamaah, tarawih, dan tadarus Al-Qur’an.

Berbuat baik kepada siapa saja dan membantu orang yang kurang beruntung.

Menumbuhkan rasa saling menghormati, menghargai, dan menciptakan lingkungan yang aman.

Selain itu, kepekaan sosial juga berdampak luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, seperti menumbuhkan empati, membangun solidaritas, menghindari konflik, serta menciptakan suasana yang harmonis dan damai.

Untuk memantapkan kepekaan sosial dalam kehidupan sehari-hari, H. Bambang Sulistya mengajak jamaah untuk selalu berpikir positif. Salah satu caranya adalah dengan melupakan kebaikan yang telah dilakukan kepada orang lain serta melupakan perlakuan kurang baik yang pernah diterima.

“Selalu berusaha menjadi pendengar yang baik dan menempatkan diri pada posisi orang lain adalah kunci dalam membangun hubungan sosial yang harmonis,” tambahnya.

Pantun dan Takjil untuk Jamaah

Di akhir kultumnya, H. Bambang Sulistya menyampaikan sebuah pantun untuk jamaah Masjid Nurul Falah:

“Bertamasya ke Gua Terawang Todanan,
Berangkatnya naik mobil sedan,
Tingkatkan amalan ibadah di bulan Ramadan,
Insya Allah hidup penuh keberkahan.”

Sebagai bentuk kepedulian, setelah kultum selesai, panitia masjid membagikan takjil kepada peserta tadarus yang hadir.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita