Klikjateng, Blora– Kepala Desa Ledok, Sri Lestari, menegaskan bahwa Program Pengelolaan Minyak Sumur Tua Ledok (PPMSTL) memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Program ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, hingga pembangunan infrastruktur di desa.
“Manfaatnya banyak, Mas. Di bidang pendidikan, tahun ini PPMSTL sudah membiayai tiga anak hingga lulus S1. Ini sangat membantu bagi keluarga yang kurang mampu agar anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi,” ujar Sri Lestari. Kamis (27/2/25).
Tak hanya itu, bantuan sosial dari PPMSTL juga sangat dirasakan masyarakat, terutama bagi anak yatim dan warga kurang mampu. Bantuan ini disalurkan melalui dua jalur, yakni melalui pemerintahan desa dalam bentuk sembako dan dari PPMSTL sendiri yang biasanya berupa uang tunai.
“Setiap bulan anak-anak yatim mendapatkan santunan. Selain itu, warga yang benar-benar membutuhkan, termasuk mereka yang sakit dan harus berobat ke Solo atau Semarang, juga mendapatkan bantuan transportasi dan biaya pengobatan. Bahkan, meskipun bukan anggota penambang, tetap dibantu karena prinsipnya untuk kesejahteraan bersama,” lanjutnya.
PPMSTL Dukung Pembangunan Infrastruktur Desa
Selain membantu bidang pendidikan dan sosial, PPMSTL juga berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Desa Ledok. Sri Lestari menjelaskan bahwa program ini sering menjadi penopang ketika ada proyek desa yang mengalami kekurangan anggaran.
“Misalnya, ada proyek pembangunan drainase dari Dana Desa (DD) atau aspirasi yang volumenya sudah 100 persen, tetapi realisasinya masih kurang sekitar 25 atau 30 meter, maka kekurangan itu ditutup oleh PPMSTL. Begitu juga dengan pembangunan kantor desa dan pendopo yang sempat terhenti karena pandemi. Dana Desa saat itu tidak bisa digunakan untuk pembangunan pendopo, sehingga kami swadaya dari Pertamina dan PPMSTL,” terangnya.
Menurutnya, keberadaan sumur minyak tua dan program PPMSTL menjadi tonggak perekonomian desa. “PPMSTL ini sangat membantu dalam segala aspek, baik ekonomi, sosial, pendidikan, maupun infrastruktur,” tambahnya.

BPE Setop Sementara PPMSTL, Ratusan Warga Terancam Kehilangan Pekerjaan
Keberlangsungan program ini kini menghadapi tantangan besar. PT Blora Patra Energi (BPE) mengeluarkan surat resmi bernomor 054/BPE/II/2025 tentang penghentian sementara kegiatan operasional angkat angkut minyak bumi di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, dan Lapangan Semanggi, Kecamatan Jepon. Surat tersebut diterbitkan pada 25 Februari 2025, satu hari sebelum berakhirnya perjanjian kerja sama antara BPE dan PT Pertamina EP.
Menanggapi keputusan ini, Sri Lestari menyatakan bahwa kebijakan tersebut sangat merugikan masyarakat Desa Ledok, terutama bagi para pekerja yang menggantungkan hidupnya dari sektor ini.
“Dengan adanya penghentian ini, ratusan warga kehilangan pekerjaan. Jika mereka tidak bekerja, ekonomi mereka pasti terganggu. Penghentian ini jelas sangat merugikan,” tegas Sri Lestari.
Menurutnya, pemerintah desa berharap agar PPMSTL tetap dapat berjalan karena manfaatnya yang sangat besar bagi masyarakat.
“Kami dari pemerintahan desa ingin agar PPMSTL bisa tetap lanjut, bagaimanapun caranya. Yang penting, masyarakat tetap bisa bekerja dan perekonomian mereka tidak terganggu. Program ini sudah menjadi sumber kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga Desa Ledok, terutama bagi para penambang,” pungkasnya.
Dengan situasi ini, warga Desa Ledok berharap ada solusi cepat dari pemerintah dan pihak terkait agar aktivitas PPMSTL dapat kembali berjalan normal.






