Klikjateng, Blora – Polres Blora resmi meresmikan hasil renovasi Jembatan Presisi Merah Putih yang menghubungkan antar desa di Dusun Pojok, Desa Jetakwanger, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Kamis (12/2/2026). Peresmian ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini terkendala akses akibat kondisi jembatan yang rusak dan rawan longsor.
Peresmian dipimpin langsung Kapolres Blora, Wawan Andi Susanto, didampingi Wakapolres Kompol Slamet Riyanto, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta Forkopimcam Ngawen. Renovasi jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut rampung dalam waktu 40 hari melalui sinergi antara personel kepolisian dan gotong royong masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, AKBP Wawan Andi Susanto menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Presisi merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kami resmikan Jembatan Presisi di Desa Jetakwanger. Semoga jembatan ini dapat memperlancar akses anak-anak sekolah dan warga sekitar. Ini adalah bentuk upaya Polri agar kehadirannya benar-benar bermanfaat, terutama dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik dari besi dan cor beton, melainkan simbol konektivitas yang menghubungkan harapan dan perekonomian warga, khususnya anak-anak di Dukuh Pojok.
“Jembatan ini sebagai penghubung harapan anak-anak dan masyarakat. Harapan kami, ke depan bisa membawa manfaat besar, meningkatkan kesejahteraan warga dan memperlancar aktivitas pertanian maupun pendidikan,” jelasnya.
Kapolres juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, Polres Blora telah meresmikan dua Jembatan Presisi di wilayah Kabupaten Blora. Ke depan, pihaknya akan kembali memetakan wilayah-wilayah yang membutuhkan inisiasi serta peran kepolisian dalam membantu penyediaan akses infrastruktur.
“Ini wujud komitmen kepolisian dalam membantu program Bapak Presiden serta mendukung masyarakat yang terkendala akses. Dengan jembatan ini, anak-anak bisa lebih efisien menuju sekolah, dan para petani lebih mudah serta efektif dalam memproduksi dan mendistribusikan hasil bumi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jetakwanger, Suyono, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian dan dukungan dari jajaran kepolisian. Menurutnya, sebelum direnovasi, kondisi jembatan sangat memprihatinkan akibat longsor di sisi penyangga yang membahayakan keselamatan warga.
“Jembatan ini adalah urat nadi warga. Sebelumnya rusak dan longsor, sangat berisiko bagi anak-anak sekolah yang melintas. Sekarang warga tidak perlu was-was lagi,” tuturnya.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat setempat, Suparmin, mengaku terkesan dengan keterlibatan aktif personel kepolisian yang turun langsung ke lapangan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami bangga melihat Pak Polisi dan warga bergotong royong setiap hari memperbaiki jembatan ini. Sekarang akses kami jadi lebih aman dan nyaman,” katanya.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolres bersama perangkat desa sebagai simbol bahwa Jembatan Presisi Merah Putih kini telah siap digunakan secara penuh untuk menunjang mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Ngawen.






