Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Polemik Lokasi Kampus UNY di Blora: Antara Cepu dan Blora Kota, Siapa Lebih Siap?

badge-check


					Polemik Lokasi Kampus UNY di Blora: Antara Cepu dan Blora Kota, Siapa Lebih Siap? Perbesar

Klikjateng, Blora – Rencana pendirian Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora terus menjadi perbincangan hangat dan memicu dinamika di tengah masyarakat. Harapan besar atas hadirnya kampus negeri yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia (SDM) kini terselimuti polemik terkait penentuan lokasi pembangunan.

Pada Rabu (30/4/2025), Bupati Blora, Arief Rohman, secara terbuka mengonfirmasi bahwa kampus UNY rencananya akan didirikan di wilayah Kecamatan Cepu. Keputusan ini berbeda dari rencana awal yang sempat menyebutkan lokasi seluas 5 hektare di Jalan Mr. Iskandar, Kelurahan Mlangsen, Blora Kota, tepat di selatan Kantor Kecamatan Blora.

> “Untuk UNY, ini juga lagi dalam tahap finalisasi. Rencananya nanti akan didirikan di Cepu,” kata Bupati Arief kepada awak media.

Arief menjelaskan bahwa kehadiran UNY di Blora diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas SDM masyarakat Blora. Ia menyoroti pentingnya kerjasama dalam meningkatkan sektor pendidikan, terlebih dengan hadirnya jurusan-jurusan strategis yang belum tersedia di kampus swasta lokal.

> “Kalau ada kampus negeri di sini, dampaknya sangat bagus, untuk lingkungan dan peningkatan SDM yang ada di Blora,” jelas Arief.

Menurutnya, alasan utama pemindahan lokasi ke Cepu adalah karena kawasan tersebut tengah diproyeksikan menjadi kota pendidikan dan vokasi yang terintegrasi.

> “Cepu ke depan akan kami arahkan sebagai kota pendidikan dan vokasi. Maka, pembangunan UNY di sana menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengembangan wilayah,” papar Bupati.

Namun demikian, pernyataan tersebut memantik gelombang kritik dan reaksi dari sejumlah tokoh masyarakat dan kalangan legislatif. Banyak pihak menilai keputusan itu terkesan tergesa dan tidak cukup melibatkan partisipasi publik serta tidak mempertimbangkan semangat pemerataan akses pendidikan tinggi.

Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, menyatakan bahwa kehadiran kampus negeri seperti UNY merupakan kebutuhan mutlak untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat dan mempercepat kemajuan daerah.

> “Kampus adalah tempat melahirkan para pemikir dan pemimpin. Ia memberi legalitas, keahlian, serta peluang perubahan sosial. Maka, pembangunan kampus UNY di Blora adalah sebuah keharusan,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Blora.

Siswanto menekankan pentingnya kajian komprehensif dan inklusif sebelum menentukan lokasi pembangunan. Menurutnya, keputusan strategis semacam ini tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan pertimbangan teknis atau tarik-menarik kepentingan wilayah.

> “Blora Kota, Cepu, Ngawen, maupun Randublatung masih terbuka sebagai opsi. Tapi keputusan harus lahir dari kajian matang, bukan dikendalikan kepentingan sesaat,” tegas Siswanto.

Pernyataan lebih keras datang dari Warsit, anggota DPRD Blora dari Dapil 3 (Randublatung, Jati, Kradenan). Ia menyuarakan keberatannya atas rencana pemindahan lokasi ke Cepu dan menilai Blora Kota lebih layak dijadikan tempat berdirinya kampus negeri.

> “Blora Kota adalah titik strategis. Ia berada di pusat pemerintahan, aktivitas komersial, serta dekat dengan zona pertanian yang sangat potensial untuk riset akademik,” tegas Warsit.

Menurut Warsit, pemindahan lokasi justru bertolak belakang dengan semangat pemerataan dan penguatan pusat kabupaten sebagai wajah utama pendidikan di Blora.

> “Pemerataan pendidikan tinggi adalah cita-cita nasional. Jangan sampai kita kehilangan momentum hanya karena kompromi politik atau tekanan kepentingan,” tambahnya.

Warsit juga meminta Bupati Arief dan Ketua DPRD Mustopa segera mengambil sikap yang tegas dan berpihak kepada rakyat.

Dukungan agar UNY tetap dibangun di Blora Kota juga datang dari salah satu tokoh sesepuh Blora yang enggan disebutkan namanya. Tokoh ini dikenal sebagai bagian dari Keluarga Besar Negarawan yang banyak berkiprah di dunia pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

> “Ini bukan sekadar proyek pendidikan, tapi pintu pembuka kemajuan daerah. Jika UNY dibangun di pusat kota, dampaknya akan luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi, budaya, dan kualitas sumber daya manusia Blora,” tandasnya.

Ia mengingatkan bahwa momentum seperti ini tidak selalu datang dua kali. Maka dari itu, para pemimpin daerah harus mampu membuat keputusan berani dan bijak, dengan menempatkan kepentingan jangka panjang di atas segala hal.

Sementara itu, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Blora turut memberikan pandangan terkait polemik ini. Joko Supratno, atau yang akrab disapa Joko Sembung, mengajak semua pihak untuk menyikapi dinamika ini dengan kepala dingin dan menjunjung tinggi kedewasaan dalam berdemokrasi.

> “Kita harus belajar dari Alfamart dan Indomaret. Meski sama-sama bersaing di sektor yang sama, mereka tidak pernah bentrok atau saling menjatuhkan. Itu artinya, perbedaan bisa disikapi dengan dewasa dan damai,” ujar Joko.

Ia menilai bahwa pembangunan kampus di Blora, baik di Cepu maupun Blora Kota, semestinya dilihat sebagai peluang kolaborasi, bukan konflik. Ia berharap perdebatan ini tidak melemahkan semangat pembangunan dan justru menjadi bahan refleksi bersama.

Kini masyarakat Blora menanti keputusan final yang akan diambil oleh Pemerintah Kabupaten Blora bersama Universitas Negeri Yogyakarta. Harapannya, keputusan itu dilandasi oleh semangat inklusivitas, kepentingan publik, dan pertimbangan jangka panjang untuk masa depan pendidikan di Blora.

Satu hal yang pasti, semua pihak sepakat bahwa kehadiran UNY di Blora adalah langkah besar yang tidak boleh dikerdilkan oleh perbedaan pandangan. Justru dari dinamika ini, diharapkan muncul solusi terbaik yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan aspirasi masyarakat secara luas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita