Klikjateng, Rembang – Para petani, khususnya petani tebu di Kabupaten Rembang, akhir-akhir ini mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk ZA. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang bergerak cepat dengan menyiapkan langkah pengusulan tambahan kuota pupuk ZA kepada pemerintah pusat.
Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto, seusai penyerahan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di halaman kantor Dintanpan pada Rabu (3/12/2025), menjelaskan bahwa kelangkaan ini terjadi akibat adanya kebijakan baru terkait jenis pupuk yang dapat diusulkan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“ZA itu tadinya belum masuk di RDKK. Setelah ada kebijakan bongkar rotun, baru ZA itu salah satu jenis pupuk yang boleh diusulkan, tadinya hanya urea dan NPK. Ketika transisi ini, ada petani tebu merasa ada yang belum terakomodir usulannya,” jelas Agus Iwan.
Ia menambahkan bahwa saat ini baru sekitar 500 ton pupuk ZA yang teranggarkan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan perhitungan ulang guna memastikan kebutuhan riil pupuk ZA sesuai dosis yang dibutuhkan petani di lapangan.
Sementara itu, Bupati Rembang Harno mengaku telah menerima banyak keluhan dari petani yang kesulitan membeli pupuk ZA, bahkan beberapa keluhan disampaikan langsung melalui pesan WhatsApp pribadinya.
“Tadi malam ada yang WA, ZA masih kurang. Semua aspirasi ditampung dan dicari solusi,” ujar Bupati.
Diharapkan, langkah perhitungan ulang kebutuhan serta pengusulan tambahan stok pupuk ZA dapat menjadi solusi atas keresahan petani dan menjamin ketersediaan pupuk untuk komoditas tebu di Kabupaten Rembang.
Dengan penanganan cepat dari Dintanpan, pemerintah daerah berharap produksi tebu di Rembang tidak terganggu dan petani dapat kembali beraktivitas dengan tenang.






