Klikjateng, Blora – Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora Masa Bakti 2025–2030 resmi dilantik dan disahkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jumat (23/1/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pengembangan kerajinan dan UMKM berbasis kearifan lokal Blora.
Ketua Dekranasda Kabupaten Blora, Ny. Hj. Ainia Shalichah Arief Rohman, menegaskan bahwa keberhasilan memajukan kerajinan dan UMKM tidak dapat dicapai secara individual, melainkan melalui kolaborasi dan semangat gotong royong atau rewang-rewang yang melibatkan seluruh elemen.
“Keberhasilan Dekranasda tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pengurus, pemerintah daerah, perajin, pelaku UMKM, hingga masyarakat, dengan tetap berpijak pada nilai budaya lokal Blora,” tegas Ainia.
Ia menekankan komitmen Dekranasda Blora untuk terus mendorong perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi produk UMKM. Menurutnya, HAKI menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus nilai tambah produk lokal Blora.
“HAKI UMKM Blora akan terus kita genjot. Ini penting agar karya para perajin kita terlindungi dan diakui secara hukum,” ujarnya.
Selain itu, Ainia juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari pengembangan kerajinan daerah. Tradisi-tradisi lokal seperti makanan tradisional, sedekah bumi, hingga ritual ngalungi sapi dinilai perlu dirangkai sebagai identitas budaya Blora.
“Blora kita dorong menjadi teras budaya. Dekranasda bukan tempat jual beli, tetapi ruang pamer, ruang kurasi, dan ruang apresiasi karya perajin,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan pembangunan ke depan menuntut kreativitas dan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dekranasda.
“Pemerintah daerah dituntut untuk terus kreatif. Saya menunggu ide-ide segar dan inovatif dari pengurus Dekranasda yang baru,” ujar Bupati.
Bupati juga menyinggung kebijakan penggunaan sarung dan batik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora yang dinilai memberikan dampak positif bagi perajin lokal. Kebijakan tersebut terbukti meningkatkan permintaan produk batik Blora sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap UMKM.
“Ini adalah upaya konkret kita untuk mendukung UMKM Blora agar semakin sejahtera,” katanya.
Selain itu, Bupati Arief Rohman mendorong kolaborasi program Dekranasda dengan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Ia menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk mengoordinasikan potensi kerja sama tersebut agar lebih terarah dan berdampak luas.
Tak hanya itu, sejumlah program strategis nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan dapat memanfaatkan produk lokal Blora guna memperkuat perekonomian daerah.
Dengan dilantiknya pengurus baru, Dekranasda Kabupaten Blora diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengembangan kerajinan daerah, memperluas akses pasar, meningkatkan perlindungan HAKI, serta mendorong kesejahteraan perajin dan pelaku UMKM di Kabupaten Blora.
Susunan Pengurus Dekranasda Kabupaten Blora
Masa Bakti Tahun 2025–2030
Pembina
Bupati Blora
Penasihat
Wakil Bupati Blora
Sekretaris Daerah Kabupaten Blora
Pengurus Harian
Ketua: Hj. Ainia Shalichah Arief Rohman
Wakil Ketua: Soebekti, SP, MMA
Ketua Harian: Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM Kabupaten Blora
Wakil Ketua Harian: Istri Sekretaris Daerah Kabupaten Blora
Sekretaris: Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Blora
Wakil Sekretaris: Subkoordinator Perekonomian Bagian Perekonomian dan SDA Setda Blora
Bendahara: Staf Bagian Perekonomian dan SDA Setda Blora
(Bidang Daya Saing Produk, Manajemen Usaha, Promosi dan Publikasi, Pameran dan Kerja Sama Luar Negeri, Pendanaan, serta Bidang Kreatif diisi oleh unsur OPD, akademisi, pelaku UMKM, dan tokoh profesional sesuai bidangnya).






