Klikjateng, Blora – Kabupaten Blora kembali mencatat prestasi membanggakan di sektor usaha kecil dan menengah. CV Wreksa Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan akar jati, berhasil menembus pasar ekspor dengan pengiriman dua kontainer produk ke Selandia Baru. Capaian ini disambut positif oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora.
Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo, menyatakan bahwa ekspor produk akar jati ini merupakan hasil nyata dari upaya kolaboratif antara pelaku UMKM dan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, untuk sektor kerajinan di Blora sudah mulai menggeliat. Baru-baru ini bahkan sudah sampai pengiriman kontainer keempat ke New Zealand. Ini semua berkat fasilitasi dari pemerintah kabupaten dan juga provinsi. Produk dekorasi dari akar kayu yang diolah menjadi furnitur ini memang punya daya tarik tersendiri di mata buyer internasional,” ungkap Kiswoyo, Jumat (25/07/2025).
Menurutnya, produk akar jati Blora pertama kali menarik perhatian buyer mancanegara melalui partisipasi dalam ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) pada Februari lalu. Produk kerajinan dari Blora dinilai memenuhi standar ekspor dan mendapat respon positif dari pembeli luar negeri.
“Efeknya baru kami rasakan sekarang. Banyak pesanan yang masuk dari Amerika, Kanada, hingga New Zealand. Para pelaku usaha yang tergabung dalam CV Wreksa Indonesia yang dikelola oleh Mbak Sintha dan tim, memfasilitasi produksi UMKM hingga ke tahap finishing sesuai permintaan buyer,” imbuhnya.
Hingga Agustus 2025, total sudah empat kontainer berhasil dikirim, dan ditargetkan meningkat hingga tujuh kontainer dalam waktu dekat. “Ini jadi bukti bahwa pengrajin kita bisa bersaing secara global,” tegas Kiswoyo.
Sementara itu, pelaku usaha furnitur asal Blora, Widyasintha Cokronegoro, yang juga CEO CV Wreksa Indonesia, mengungkapkan bahwa nilai ekspor dari kerajinan akar jati yang dikelolanya telah mencapai miliaran rupiah.
“Pengiriman terbaru senilai Rp1,5 miliar kami kirim ke Selandia Baru dan Kanada, masing-masing dua kontainer. Austria rutin tiap bulan, dan Amerika jadi pelanggan tetap kami,” jelas Widya.
Ia menuturkan, awal mula dirinya terjun ke dunia ekspor berawal dari partisipasi dalam IFEX 2025. “Awalnya hanya coba-coba lewat pameran ekspor seperti IFEX. Ternyata berhasil menarik buyer luar negeri. Bahkan ke Belanda pun awalnya iseng, dan akhirnya berhasil tembus,” pungkasnya.
Ke depan, Dindagkop UKM menargetkan agar semakin banyak pelaku UMKM Blora yang bisa menembus pasar ekspor. “Branding produk sangat penting. Keikutsertaan dalam event-event seperti IFEX akan terus kami dorong agar produk-produk unggulan Blora semakin dikenal dunia,” tutup Kiswoyo.






