Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Pemkab Rembang Siapkan Pengembangan Tahap II Pasar Hewan Pamotan Mulai 2026

badge-check


					Pemkab Rembang Siapkan Pengembangan Tahap II Pasar Hewan Pamotan Mulai 2026 Perbesar

Klikjateng, Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) menyiapkan rencana pengembangan tahap II Pasar Hewan Pamotan yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Pengembangan tersebut dilakukan untuk melengkapi sarana dan prasarana pasar yang dinilai masih belum optimal, sesuai dengan masukan dari para pedagang.

Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, Mahfudz, mengakui bahwa pembangunan tahap awal Pasar Hewan Pamotan masih memiliki sejumlah keterbatasan. Meski demikian, Pemkab Rembang berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Pada tahap awal memang masih ada kekurangan. Namun ke depan akan terus kami lengkapi sesuai kebutuhan dan aspirasi pedagang,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).

Mahfudz menjelaskan, saat ini Dindagkop UKM telah melakukan pinjam pakai lahan milik Perhutani untuk akses jalan menuju pasar hewan dengan luasan sekitar 0,01 hektare atau 100 meter persegi. Proses administrasi pinjam pakai tersebut telah rampung dan tinggal tahap penyempurnaan.

Meski demikian, pihaknya menilai masih dibutuhkan penambahan akses jalan, khususnya untuk memisahkan jalur masuk dan keluar pasar. Pemisahan jalur tersebut dinilai penting guna memperlancar arus kendaraan serta meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.

Untuk itu, Dindagkop UKM berencana kembali mengajukan permohonan kepada KPH Mantingan agar mendapatkan izin tambahan pemanfaatan lahan sebagai akses jalan keluar kendaraan.

“KPH Mantingan sudah memberi lampu hijau untuk pemanfaatan lahan di bagian depan hingga tepi jalan. Sekalian nanti bisa digunakan, karena ke depan juga dibutuhkan untuk area parkir,” jelas Mahfudz.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan Pasar Hewan Pamotan. Namun demikian, Pemkab Rembang telah mengajukan proposal bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2025 dan berharap dapat terealisasi pada 2026.

“Nantinya bantuan tersebut akan digunakan untuk penambahan sarana dan prasarana, seperti los yang masih kurang, area parkir, serta pembangunan jalan keluar kendaraan,” imbuhnya.

Menurut Mahfudz, Pasar Hewan Pamotan memiliki nilai strategis mengingat populasi ternak di Kabupaten Rembang tergolong tinggi. Dengan pengelolaan yang optimal, pasar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pedagang, tetapi juga berpotensi mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain perdagangan sapi dan kambing, Pasar Hewan Pamotan ke depan juga direncanakan melayani perdagangan unggas serta kegiatan pendukung lainnya, dengan penataan area khusus sesuai rencana operasional yang akan disusun.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita