Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Uncategorized

Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Tingkat Nasional, Sukses Turunkan Angka Stunting

badge-check


					Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Tingkat Nasional, Sukses Turunkan Angka Stunting Perbesar

Klikjateng, Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro meraih prestasi di tingkat nasional. Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan apresiasi atas keberhasilan Bojonegoro dalam upaya penurunan stunting.

 

Apresiasi tersebut dianugerahkan pada Malam Apresiasi Program Bangga Kencana Dan Percepatan Penurunan Stunting pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-31 yang digelar di kawasan Pusat Rekreasi Dan Promosi Pembangunan (PRPP) Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat, (28/6/2026).

Bojonegoro menjadi salah satu kabupaten peraih penghargaan dengan kategori penurunan prevalensi stunting tertinggi. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

 

Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak atas prestasi penurunan angka stunting. “Alhamdulillah malam ini Kabupaten Bojonegoro mendapatkan penghargaan penurunan prevalensi stunting tertinggi Se-Indonesia,” terangnya.

 

Penghargaan ini, lanjut Pj Bupati, adalah suatu hasil kerja yang baik dari seluruh komponen masyarakat termasuk dengan tokoh masyarakat. Yakni dalam peran serta meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anak-anak di Bojonegoro.

 

Saat ini, kasus stunting Kabupaten Bojonegoro ada pada angka 14,1% atau turun drastis dari tahun sebelumnya di angka 24%. Diharapkan, tahun 2024 ini tentunya harapan saya di tahun ini bisa turun lagi di bawah 10%, “Tentu dibutuhkan koordinasi dan kerja sama dari seluruh komponen masyarakat untuk menekan lagi angka stunting di Bojonegoro,” tegasnya.

 

Dalan kesempatan tersebut, Pj Bupati Adriyanto mengajak semua pihak untuk terus mendorong masyarakat untuk bisa menjaga pola makan, hidup sehat, dan selalu menjaga kebersihan wilayah masing-masing.

 

Anugerah penghargaan dari BKKBN ini dilatarbelakangi penanganan stunting yang menjadi fokus bersama pada tahun 2024. Hal ini seiring dengan target Indonesia untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 %.

 

Selain Bojonegoro, beberapa daerah juga mendapatkan penghargaan tersebut. Diantaranya kepada Kabupaten Lahat, Siak, Lamandau, Ngawi, Pesawaran, Kerinci, Bangkalan, Batanghari, Hulu Sungai Tengah, Lamongan, Pulau Morotai, Dompu, Sekadau, dan Kota Tanjung Balai.

 

(Ag/Sumber Prokopim Setda Kab Bojonegoro)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pemerintahan