Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai mencairkan pinjaman daerah tahun anggaran 2025 yang bersumber dari Bank Jateng. Dari total pinjaman sebesar Rp215 miliar yang telah mendapat persetujuan Kementerian Keuangan, hingga saat ini baru sekitar 30 persen atau sekitar Rp54 miliar yang dicairkan.
Dana tersebut digunakan sebagai uang muka (down payment/DP) bagi proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan di sejumlah wilayah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, Bowo Dwi Raharja, menjelaskan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap agar tidak membebani keuangan daerah dengan bunga pinjaman yang besar.
“Kalau dana sudah masuk Kas Daerah, otomatis bunga langsung berjalan. Karena itu pencairan dilakukan mendekati akhir tahun agar bunga tidak terlalu besar,” ujarnya di Blora, Rabu (22/10/2025).
Bowo menuturkan, seluruh dana pinjaman telah disiapkan dan tersedia di Bank Jateng sebagai pemenang beauty contest pinjaman daerah. Proses pencairan tahap berikutnya akan dilakukan setelah ada pengajuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berdasarkan progres proyek di lapangan.
“Akan kita cairkan setelah ada permohonan pencairan dari DPUPR. Diperkirakan pencairan tahap akhir dilakukan pada Desember 2025 agar bunga pinjaman tidak membebani keuangan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Blora, Widyaningsih, mengungkapkan bahwa Pemkab Blora menyiapkan 127 paket pekerjaan senilai total Rp324,85 miliar, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp319,68 miliar.
Pekerjaan tersebut meliputi bidang konstruksi, pengadaan barang, dan jasa konsultansi yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
“Seluruh pengadaan dilakukan terbuka melalui LPSE agar transparan dan akuntabel. Selisih antara pagu dan HPS sebesar Rp5,17 miliar menunjukkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas,” jelasnya.
Widyaningsih menambahkan, dari total pinjaman Rp215 miliar, sebesar Rp205 miliar difokuskan untuk perbaikan dan pembangunan 41 ruas jalan di sejumlah kecamatan. Sementara Rp10 miliar dialokasikan sebagai cadangan kas daerah.
Selain itu, melalui APBD 2025, Pemkab Blora juga menambah 81 proyek tambahan, di antaranya peningkatan Jalan Jepon–Bogorejo–batas Tuban serta Jalan Tambaksari–Puledagel di Kecamatan Jepon.
Dengan total 217 proyek pembangunan, Pemkab Blora berharap seluruh pekerjaan dapat rampung tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.






