Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Pemkab Blora Kunjungi ITB, Bahas Kerja Sama CCUS dan Pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda

badge-check


					Pemkab Blora Kunjungi ITB, Bahas Kerja Sama CCUS dan Pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda Perbesar

Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melaksanakan kunjungan kerja ke Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Senin sore (5/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi rencana kerja sama Program Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta pembahasan usulan kesenian Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Rombongan Pemkab Blora disambut oleh Prof. Sanggono Adisasmito selaku Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB, beserta jajaran pejabat ITB lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ITB atas kesediaannya menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora.

“Ini merupakan dukungan pembangunan yang luar biasa bagi kami. Pembangunan Kabupaten Blora kami arahkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang maju dan berkelanjutan, dengan tetap berakar pada potensi lokal,” ucapnya.

Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Arief, pengembangan CCUS merupakan bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon. Bagi Blora, CCUS bukan sekadar agenda global, melainkan peluang strategis dalam mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang.

“Sebagai daerah yang memiliki potensi sektor energi dan basis pertanian yang kuat, Blora memandang CCUS sebagai ruang kolaborasi antara teknologi, kebijakan, dan kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Mas Arief berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kajian konseptual semata, namun berkembang menjadi riset terapan serta percontohan kebijakan daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan.

Ia juga menambahkan, rencana pengembangan Blora Biochar dan Carbon Farming Hub dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah karena mampu berkontribusi dalam penurunan emisi karbon sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal.

Di sisi lain, Mas Arief menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Blora juga mencakup upaya pelestarian budaya. Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Blora adalah kesenian Barongan yang sarat dengan nilai sejarah, sosial, spiritual, serta kearifan lokal.

“Oleh karena itu, pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya di tengah arus modernisasi,” terangnya.

Menurutnya, Barongan bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan representasi relasi manusia dengan alam, solidaritas sosial, dan nilai keberlanjutan yang telah hidup lama dalam masyarakat Blora.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Blora berharap terwujud kerja sama yang jelas, terukur, dan berkelanjutan, baik dalam pengembangan CCUS maupun penguatan pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda, serta semakin kuatnya sinergi antara Pemkab Blora dan ITB dalam pembangunan berbasis riset dan inovasi.

Sementara itu, Prof. Sanggono Adisasmito menyambut baik kehadiran Bupati Blora beserta rombongan dan menyatakan kesiapan ITB untuk mendukung kolaborasi riset dan pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, pemangku budaya Blora, Muksin, menyampaikan bahwa kesenian Barongan sangat layak untuk diajukan hingga ke UNESCO. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengangkat Barongan ke kancah nasional dan internasional.

Hal senada disampaikan oleh Panca Waluyo, Tim Teknis Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menyatakan kesiapan membantu Pemkab Blora dalam upaya pengenalan dan pengakuan Barongan di tingkat internasional.

“Saya pernah ikut membantu Ponorogo agar Reog bisa diakui secara internasional, dan saya tentu siap membantu Blora mengangkat Barongan agar lebih dikenal dan diakui di tingkat global,” ujarnya dengan penuh semangat.

Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan keliling Kampus ITB serta peninjauan sejumlah laboratorium praktik yang dimiliki kampus tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita