Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Pemkab Blora Dapat Apresiasi dari Komisi Informasi Jateng atas Komitmen Keterbukaan Publik

badge-check


					Pemkab Blora Dapat Apresiasi dari Komisi Informasi Jateng atas Komitmen Keterbukaan Publik Perbesar

Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kembali mendapat apresiasi dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Tengah atas komitmen dan semangatnya dalam menjaga keterbukaan informasi publik.

Hal itu disampaikan Komisioner KI Jateng, Setiawan Hendra Kelana, saat menghadiri kegiatan Visitasi Keterbukaan Informasi Publik Tahap III yang digelar di Ruang Command Center Setda Blora, Rabu (22/10/2025). Acara tersebut diikuti oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Blora.

“Saya senang bisa hadir di sini. Walaupun jaraknya jauh dan belum ada tol, tapi semangat teman-teman di Blora luar biasa. Apalagi Pak Bupati langsung yang memaparkan materi, tentu hal itu menunjukkan dedikasi dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Blora,” ujar Setiawan, yang akrab disapa Iwan.

Menurutnya, kehadiran langsung kepala daerah menjadi nilai tambah dalam proses penilaian keterbukaan informasi. “Dalam penilaian ini ada aspek presentasi, dedikasi, dan inovasi. Kehadiran Pak Bupati tentu memberikan nilai tersendiri,” jelasnya.

Iwan menilai, Pemkab Blora telah menunjukkan langkah nyata dalam membuka akses informasi publik dan mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga transparansi serta akuntabilitas pemerintahan.

“Dari data yang kami miliki, jumlah permohonan informasi di Blora cukup banyak. Artinya, masyarakat sudah cukup aktif memanfaatkan hak atas informasi,” terangnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti masih adanya permohonan informasi yang seharusnya bisa diselesaikan di tingkat desa, namun justru sampai ke Komisi Informasi di Semarang.

“Ini menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman perangkat desa terhadap keterbukaan informasi publik. Kami berharap ke depan jumlah PPID Desa bisa ditambah,” katanya.

Ia juga mendorong agar setiap Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Blora terus meningkatkan kapasitas dan memperkuat koordinasi lintas sektor. “Keterbukaan informasi publik bukan hanya tugas satu instansi, tetapi harus menjadi budaya bersama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang transparan,” tegasnya.

Iwan menambahkan, Pemkab Blora sudah dua kali berturut-turut meraih predikat Informatif pada tahun 2022 dan 2023. “Kami berharap tahun ini Blora bisa mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi itu,” ujarnya.

Komisi Informasi Jawa Tengah, lanjutnya, siap memberikan pendampingan baik secara kelembagaan maupun pribadi. “Setelah tahap tiga ini akan dilanjutkan ke tahap empat di Semarang. Kami berharap Pak Bupati bisa hadir langsung kembali, karena kehadiran kepala daerah memberikan nilai positif,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan KI Provinsi Jawa Tengah terhadap komitmen keterbukaan informasi publik di daerahnya.

“Hal ini sangat penting karena masyarakat berhak mendapatkan informasi seluas-luasnya. Saat ini era digital dan viral, segala sesuatu bisa cepat tersebar. Karena itu, keterbukaan informasi harus menjadi komitmen bersama,” ujar Gus Arief, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, kegiatan visitasi ini menjadi momentum bagi setiap OPD untuk menampilkan kinerjanya secara terbuka. “Masing-masing OPD perlu menunjukkan timber check-nya, apa saja yang sudah dilakukan selama setahun terakhir. Dengan begitu, masyarakat bisa menilai dan memberikan masukan secara objektif,” jelasnya.

Menurutnya, keterbukaan informasi bukan hanya untuk mendapatkan pujian, tetapi juga untuk menerima kritik yang membangun. “Persaingan sehat antar-OPD justru akan membuat kita semakin baik,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita