Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Pembangunan Sekolah Rakyat di Blora Ditarget Rampung Juli 2025, Fokus Peremajaan dan Antisipasi Banjir

badge-check


					Pembangunan Sekolah Rakyat di Blora Ditarget Rampung Juli 2025, Fokus Peremajaan dan Antisipasi Banjir Perbesar

Klikjateng, Blora – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora, yang berlokasi di eks lahan SDN 4 Balun, ditargetkan rampung pada 10 Juli 2025. Pembangunan ini merupakan bagian dari program tahap pertama yang mencakup 65 titik di seluruh Indonesia.

Konsultan manajemen konstruksi proyek tersebut, Andry Sulistyawan, menjelaskan bahwa bangunan SDN 4 Balun masih dalam kondisi layak pakai. Bangunan dua lantai itu diketahui baru berusia sekitar lima tahun, meskipun telah tidak difungsikan sebagai sekolah dasar selama dua tahun terakhir.

“Kalau bangunannya masih terhitung baru. Sekitar lima tahunan. Jadi dipastikan aman,” ujar Andry, Senin (26/5/25).

Andry mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir bangunan tersebut sempat digunakan sebagai taman kanak-kanak (TK). Meski terlihat terbengkalai, struktur bangunan dinilai tetap kokoh. Namun demikian, masalah banjir menjadi perhatian utama dalam proses renovasi.

“Bangunan kayak tua itu, karena banjir terus di sini,” ucapnya.

Total anggaran pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi tersebut berkisar antara Rp3 miliar hingga Rp4 miliar, yang dialokasikan untuk keseluruhan titik proyek secara nasional. Di Blora, anggaran akan difokuskan untuk peremajaan bangunan dan antisipasi banjir.

“Nanti lantai sekolahan dan lapangan upacara, rencananya akan kita naikkan,” lanjutnya.

Untuk mencegah air dari jalan raya masuk ke lingkungan sekolah, rencana pembangunan mencakup peninggian lantai ruangan sebesar 25 sentimeter dan lapangan 15 sentimeter.

“Kalau bisa ketinggian rata dengan jalan raya, agar air tidak turun ke area sekolah,” imbuhnya.

Namun demikian, Andry juga menyebut ada tantangan teknis dalam proyek ini, yakni terkait bangunan mushola yang sudah ada di area sekolah. Tinggi bangunan mushola yang rendah membuat proses renovasi menjadi cukup kompleks.

“Mushola sudah terlalu pendek, dan bila ditinggikan akan menambah kependekan mushola. Ini masih dibahas untuk bangunan itu,” pungkasnya.

Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Blora, terutama dalam mendukung pemerataan akses belajar bagi masyarakat melalui konsep Sekolah Rakyat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita