Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Pasar Glendoh Resmi Dibuka, Grobogan Miliki Kawasan Perdagangan 24 Jam

badge-check


					Pasar Glendoh Resmi Dibuka, Grobogan Miliki Kawasan Perdagangan 24 Jam Perbesar

Klikjateng, Grobogan – Setelah rampungnya pembangunan Pasar Glendoh yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kabupaten Grobogan kini memiliki kompleks pusat perdagangan yang terdiri dari Pasar Pagi, Pasar Agro, dan Pasar Glendoh. Kawasan perdagangan ini direncanakan beroperasi selama 24 jam penuh untuk memaksimalkan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun jadwal operasional untuk ketiga pasar tersebut agar tidak saling mengganggu satu sama lain. “Pasar Agro akan buka dari pukul 12.00 sampai 22.00, kemudian Pasar Pagi mulai pukul 22.00 hingga 05.00. Sedangkan, Pasar Glendoh akan beroperasi mulai pukul 06.00 sampai 12.00,” paparnya.

Dengan pembagian waktu ini, Pradana berharap para pedagang dan pelanggan di ketiga pasar tersebut bisa saling mendukung dan diuntungkan. “Kami ingin menciptakan situasi di mana pelanggan di masing-masing pasar tidak terusik, dan kawasan pasar ini dapat berjalan optimal dengan jam operasional yang bergantian,” tambahnya.

Namun, Pradana juga mengakui bahwa ada beberapa kendala yang masih perlu diatasi, terutama terkait dengan ketersediaan lahan parkir yang masih terbatas. Saat ini, kawasan perdagangan tersebut hanya memiliki satu pintu masuk, yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kepadatan lalu lintas, baik dari pembeli maupun distribusi barang dagangan.

“Saya mengusulkan agar halaman masing-masing pasar bisa digunakan secara bergantian untuk menampung kendaraan yang akan parkir. Karena jam operasional pasar berbeda, hal ini seharusnya bisa diatur,” harapnya.

Ke depan, Disperindag berencana untuk menambah kantong parkir di area tersebut. Mereka akan memanfaatkan lahan kosong milik pemerintah kabupaten yang berada di sebelah utara Pasar Agro. “Lahan ini cukup luas dan bisa digunakan untuk menampung lebih banyak kendaraan,” kata Pradana.

Pemindahan Pasar Glendoh ke lokasi baru ini memberikan dampak baik positif maupun negatif. Di satu sisi, kawasan pasar akan menjadi lebih ramai dan memerlukan lebih banyak pengelola parkir. Namun di sisi lain, jumlah personel yang bertambah bisa mengurangi pendapatan para pengelola parkir yang ada.

“Para pengelola parkir di Pasar Glendoh lama tentunya juga ingin terlibat di tempat baru ini. Namun, kami masih akan mendiskusikan hal ini lebih lanjut,” pungkasnya.

 

(Ga/v)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita