Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Krisis Air Bersih Landa 5 Desa di Demak, BPBD Mulai Salurkan Bantuan

badge-check


					Krisis Air Bersih Landa 5 Desa di Demak, BPBD Mulai Salurkan Bantuan Perbesar

Klikjateng, Demak – Sebanyak lima desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih akibat dampak musim kemarau panjang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak telah mulai mengirimkan bantuan air bersih untuk warga terdampak. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, menyatakan pihaknya telah mengirimkan bantuan air bersih ke tiga desa terlebih dahulu, yaitu Desa Giri Kusomo di Kecamatan Mranggen, Desa Banjarsari di Kecamatan Sayung, dan Desa Ngaluran di Kecamatan Karanganyar.

“Ketiga desa tersebut sudah disuplai air bersih karena sudah ada surat permohonan masuk. Sementara untuk Desa Pasir di Kecamatan Mijen dan Desa Mangunjiwan di Kecamatan Demak, pengiriman air bersih dijadwalkan Jumat besok,” ujar Suprapto, Kamis (5/9/2024).

BPBD Demak telah menyiapkan total 280 tangki air bersih untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Air bersih ini tidak hanya untuk menanggulangi dampak kekeringan, tetapi juga untuk penanganan banjir dan kegiatan sosial lainnya. Namun, Suprapto mengungkapkan, dari total 280 tangki yang disiapkan, 110 tangki telah digunakan untuk penanganan banjir dan 60 tangki untuk kegiatan Pramuka, sehingga hanya tersisa 110 tangki.

“Dari 110 tangki yang tersisa, sebanyak 60 tangki sudah dialokasikan untuk kebutuhan krisis air bersih, sehingga hanya tersisa 50 tangki air bersih yang tersedia. Setiap tangki berisi 5.000 liter air bersih, dan jumlah ini dipastikan tidak cukup untuk menangani krisis air bersih di lima desa,” jelas Suprapto.

Menghadapi keterbatasan pasokan air bersih, BPBD Demak berupaya mencari solusi dengan mendorong partisipasi perusahaan-perusahaan dan kelompok masyarakat setempat untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak.

“Kami akan mendorong perusahaan-perusahaan dan kelompok masyarakat untuk turut membantu pemenuhan kebutuhan air bersih ini,” tambah Suprapto.

Krisis air bersih ini diharapkan segera tertangani dengan kerjasama berbagai pihak agar warga di lima desa terdampak dapat segera mendapatkan suplai air bersih yang mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.

(Dg)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita