Menu

Mode Gelap
Progres Pembangunan KDKMP di Blora Capai 72 Persen, Empat Desa Rampung Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Rapat Konsultasi TP PKK Blora 2026, Targetkan Ekonomi Mandiri hingga Bebas Stunting Penerapan E-Parkir di Pasar Sido Makmur Blora, Pendapatan Melejit 800 Persen‎ Resmikan SPPG Polres Blora 2, Bupati Arief Dorong Jadi Dapur Percontohan Program MBG‎ Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi

Berita

Ketua LSM Gerak Blora Ingatkan: Kondusifitas Blora Harga Mati, Jangan Korbankan Rakyat Kecil

badge-check


					Ketua LSM Gerak Blora Ingatkan: Kondusifitas Blora Harga Mati, Jangan Korbankan Rakyat Kecil Perbesar

Klikjateng, Blora – Gelombang aksi anarkis dalam unjuk rasa pada 28 Agustus 2025 lalu menyisakan keprihatinan mendalam bagi berbagai pihak. Ketua LSM Gerak Blora, Keluk Pristiwahana, menegaskan bahwa menjaga kondusifitas di Kabupaten Blora merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Jangan sampai rakyat kecil justru menjadi korban akibat kegaduhan,” tegas Keluk, Minggu (31/8/2025).

Menurutnya, penyampaian aspirasi dan kritik terhadap pemerintah adalah hak masyarakat yang dijamin undang-undang. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus disalurkan dengan cara yang benar, tertib, dan damai.

“Suara rakyat itu penting, tapi jangan sampai kebebasan yang kita perjuangkan berubah jadi bumerang yang melukai diri kita sendiri,” ujarnya.

Keluk menekankan, demokrasi sejatinya memberi ruang luas bagi masyarakat untuk mengkritisi kebijakan. Akan tetapi, jika aspirasi dilampiaskan melalui tindakan anarkis, yang timbul bukan perubahan positif melainkan kerugian bersama.

“Ketika kerusuhan terjadi, yang paling menderita adalah rakyat kecil. Inilah yang harus sama-sama kita hindari,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa Blora kini sedang memasuki fase pembangunan yang krusial. Stabilitas sosial, menurutnya, menjadi kunci utama agar investasi bisa masuk, roda pemerintahan berjalan lancar, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Kalau suasana kacau, siapa yang paling dirugikan? Bukan pejabat, bukan investor, tapi masyarakat Blora sendiri,” tambahnya.

Selain itu, Keluk juga mengapresiasi aparat keamanan yang telah berupaya mengendalikan situasi saat aksi berlangsung. Kendati demikian, ia menilai semua pihak harus menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga.

“Kita tidak boleh lagi mengulangi hal-hal yang merusak tatanan. Blora harus belajar dari kejadian ini agar lebih baik ke depan,” tandasnya.

Di akhir, Keluk mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh, aktivis, hingga pemuda—untuk lebih mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.

“Harapan saya, Blora harus tetap damai dan kondusif. Mari kita jaga bersama. Jangan sampai rakyat kecil menjadi korban dari kegaduhan politik atau aksi anarkis. Dengan Blora yang aman, damai, dan bersatu, kepentingan rakyat bisa benar-benar diwujudkan,” pungkasnya penuh harap.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita