Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Kades Bangsri Salurkan Puluhan Motor untuk Difabel, Dirikan Yayasan Sosial demi Misi Kemanusiaan

badge-check


					Kades Bangsri Salurkan Puluhan Motor untuk Difabel, Dirikan Yayasan Sosial demi Misi Kemanusiaan Perbesar

Klikjateng, Blora – Di tengah riuhnya tradisi Sedekah Bumi di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, ada satu sosok yang diam-diam menggerakkan misi kemanusiaan dengan konsistensi luar biasa. Dialah Yannanta Laga Kusuma, Kepala Desa Bangsri, yang telah menyalurkan puluhan bantuan kendaraan modifikasi untuk penyandang disabilitas sejak tahun 2021.

Bukan program dari pemerintah, bukan pula bantuan dari perusahaan besar, melainkan gerakan sosial yang lahir dari hati—didanai dari kantong pribadi dan gotong royong sahabat-sahabatnya. Hingga kini, sebanyak 26 unit motor roda tiga hasil modifikasi telah diberikan secara gratis kepada para penyandang disabilitas di Kabupaten Blora.

“Dua unit untuk warga difabel di Bangsri, selebihnya tersebar di berbagai wilayah. Kami juga serahkan satu unit motor jenis TVS King Cargo untuk mendukung mobilitas teman-teman komunitas Blora Mustika agar bisa bepergian keluar kota,” ungkap Yannanta, saat ditemui usai pelaksanaan Sedekah Bumi, Jumat (16/5/2025).

Dari Kepedulian Pribadi Lahir Gerakan Sosial

Kegiatan ini bukan sekadar aksi satu waktu, melainkan dedikasi panjang. Tak berhenti pada bantuan kendaraan, ia juga aktif menyalurkan bantuan lainnya seperti kaki palsu, kursi roda, hingga tempat tidur untuk difabel, bekerja sama dengan Dinas Sosial dan BAZNAS Kabupaten Blora.

“Untuk kaki palsu yang harganya bisa sampai enam juta, BAZNAS bantu tiga juta, sisanya kami carikan donatur. Bahkan kalau tidak ada donatur, kami upayakan dari pribadi,” ujarnya.

Yannanta mengaku, semangat untuk membantu muncul dari pergaulannya dengan para penyandang disabilitas. Ia melihat banyak di antara mereka yang masih luput dari perhatian dan fasilitas.

“Mereka juga punya semangat hidup, semangat bekerja, hanya saja kurang alat bantu. Itulah yang ingin kami fasilitasi,” tambahnya.

Berdiri Yayasan Griya Semoga Bermanfaat

Melihat animo masyarakat dan donatur yang makin besar, Yannanta akhirnya mendirikan yayasan Griya Semoga Bermanfaat, 11 Maret 2025, sebuah lembaga sosial resmi yang kini menjadi wadah penyaluran bantuan kemanusiaan. Meski baru berdiri beberapa bulan lalu, aksi nyata yayasan ini sudah berlangsung sejak lama.

“Dengan adanya yayasan, bantuan jadi lebih terorganisir. Teman-teman saya yang sukses di Jakarta atau luar daerah pun mulai tertarik ikut berdonasi karena yakin ini amanah,” kata Yannanta. Ia berharap yayasan ini bisa terus berkontribusi luas untuk masyarakat Blora, khususnya penyandang disabilitas.

Ke depan, yayasan ini juga akan mulai menyalurkan bantuan modal usaha. Salah satunya, pada pekan depan, akan diserahkan dua ekor kambing sebagai modal ternak untuk difabel di wilayah Randublatung.

Bantuan Difabel Tanpa Ribet

Tak hanya soal bantuan, Kepala Desa Bangsri ini juga memastikan akses yang mudah bagi para difabel untuk mengajukan permohonan. Warga cukup menghubungi lewat WhatsApp, lalu pihaknya akan melakukan survei langsung ke rumah.

“Tidak perlu proposal atau syarat ribet. Yang penting datanya jelas dan benar-benar membutuhkan. Kita bergerak bukan karena program, tapi karena kemanusiaan. Ikhlas lillahi ta’ala,” tegasnya.

Ajak Warga Blora di Rantau untuk Turut Peduli

Yannanta juga mengajak warga Kabupaten Blora yang merantau atau berdomisili di kota lain untuk ikut ambil bagian dalam gerakan sosial ini. Menurutnya, dukungan moral dan materi dari diaspora Blora sangat berarti bagi warga difabel.

“Yayasan ini terbuka untuk siapa saja. Kalau warga Blora yang di perantauan ingin berbagi, mari kita sinergi. Insyaallah ini amanah dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Gerakan yang dilakukan oleh Kepala Desa Bangsri ini menjadi contoh bahwa peran desa bisa jauh lebih dari sekadar urusan administrasi dan pembangunan fisik. Desa juga bisa menjadi pusat gerakan sosial yang mengangkat harkat manusia—terutama mereka yang kerap terpinggirkan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita