Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Rembang Permudah Aktivitas Warga Perbatasan

badge-check


					Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Rembang Permudah Aktivitas Warga Perbatasan Perbesar

Klikjateng, Rembang – Keberadaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Dusun Semen, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, membawa manfaat besar bagi masyarakat. Warga kini dapat beraktivitas lebih mudah tanpa harus memutar jauh seperti sebelumnya.

‎Salah seorang warga, Sulistyo, saat ditemui di wilayah Desa Sekarsari, Kamis (12/3/2026), mengaku bersyukur atas hadirnya jembatan gantung yang diresmikan pada Senin (9/3/2026). Sebelumnya, masyarakat harus melintasi jembatan darurat dari kayu dan bambu setelah jembatan lama runtuh diterjang banjir.

‎“Setiap hari yang lewat sini ramai, ada pedagang, pelajar, juga anak-anak yang pergi mengaji. Apalagi menjelang Lebaran biasanya makin ramai. Sekarang kami lebih lega karena tidak perlu khawatir lagi saat melintas,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, sebelum jembatan permanen dibangun, warga harus memutar hingga sekitar lima kilometer untuk menuju desa di seberang sungai.

‎Jembatan gantung tersebut menghubungkan Dusun Semen, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang dengan Desa Manjang, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, melintasi aliran Sungai Randugunting.

‎Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng, menjelaskan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang digagas Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) untuk membantu daerah yang membutuhkan akses penghubung.

‎“Jembatan ini menjadi yang pertama di Kabupaten Rembang dalam program Jembatan Perintis Garuda Merah Putih dari Bapak Kasad,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, jembatan dibangun menggunakan konstruksi besi dan diperkuat tali sling baja sehingga lebih kokoh dan representatif. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 70 meter dengan lebar 150 sentimeter.

‎Menurut Winner, awalnya lebar jembatan dirancang hanya 120 sentimeter. Namun atas masukan warga, ukuran jembatan ditambah agar sepeda motor yang membawa muatan hasil pertanian tetap dapat melintas dengan aman.

‎“Selama ini jembatan dilewati sepeda motor petani maupun pedagang dengan muatan, sehingga kami tambah lebarnya menjadi 150 sentimeter,” jelasnya.

‎Proses pembangunan jembatan berlangsung sekitar satu bulan dengan melibatkan anggota TNI bersama masyarakat setempat. Bahkan saat pemasangan tali sling, warga turut bergotong royong membantu proses penarikan kabel.

‎“Setelah salat tarawih, warga bersama-sama membantu menarik tali sling jembatan,” katanya.

‎Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang, Teguh Gunawarman, mengatakan di sepanjang aliran Sungai Randugunting yang menghubungkan Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang dan Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, memang terdapat beberapa jembatan yang rusak akibat banjir besar beberapa waktu lalu.

‎“Alhamdulillah pembangunan jembatan ini sangat membantu mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan kedua kabupaten,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita