Klikjateng, Blora – Harga jagung di Kabupaten Blora terus mengalami penurunan tajam, membuat banyak petani dan pemilik gudang khawatir. Salah satu pemilik gudang jagung di Blora, Agus, mengungkapkan bahwa penurunan harga disebabkan oleh melimpahnya pasokan jagung dari luar pulau yang memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik pengolah pakan ternak.
“Menurut saya, harga turun karena pabrik-pabrik sudah cukup stok jagung mereka. Pasokan dari luar pulau datang dan memenuhi kebutuhan mereka, jadi jagung lokal menjadi murah,” jelas Agus. Ia menambahkan bahwa kondisi pasar bebas, yang memungkinkan impor jagung dari luar negeri, juga turut memperburuk situasi harga jagung lokal. “Pasar bebas memang berdampak, sehingga harga di sini jadi hancur,” ujarnya. Rabu (02/10/24).
Agus menjelaskan bahwa faktor utama yang mempengaruhi harga jagung adalah kebijakan dan permintaan dari pabrik pengolah jagung, khususnya untuk produksi pakan ternak. “Kunci utamanya adalah pabrik yang menentukan harga. Mereka yang mengolah jagung menjadi pakan ternak, jadi pasokan ke pabrik yang mengendalikan harga,” tambahnya.
Ketika ditanya mengenai langkah yang bisa diambil untuk menghadapi situasi ini, Agus menyatakan bahwa sebagai petani dan pemilik gudang, mereka hanya bisa mengikuti kondisi pasar. “Bukan kami yang membuat harga, juga bukan kami yang membuat regulasinya. Jadi, ya hanya mengikuti arus saja,” katanya.
Optimisme Harga Kembali Normal
Meski begitu, Agus menilai bahwa harga jagung kemungkinan akan kembali stabil ketika pasokan jagung dari luar pulau menurun. Namun, ia tidak bisa memprediksi kapan hal itu akan terjadi. “Saya tidak bisa memprediksi kapan harga akan naik lagi, tergantung apakah pasokan dari luar pulau masih banyak atau tidak. Kalau sudah habis, pasti harga di sini akan naik, dan beli jagung lokal pasti lebih mahal,” ungkapnya.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Agus memperkirakan bahwa harga jagung biasanya mulai membaik pada bulan November dan Desember. “Di bulan 11 dan 12 biasanya harga bagus, karena tidak ada panenan jagung,” jelasnya.
Saran untuk Petani: Simpan Jagung untuk Harga Lebih Baik
Agus juga menyarankan agar petani yang mampu untuk menyimpan jagung dalam kondisi kering agar dapat menjualnya dengan harga yang lebih tinggi di kemudian hari. Namun, ia menyadari bahwa kebutuhan ekonomi membuat banyak petani memilih untuk langsung menjual hasil panen mereka. “Kalau bisa dikeringkan, jagung bisa disimpan dan dijual nanti ketika harganya lebih baik. Tapi kebanyakan petani langsung menjual karena kebutuhan, dan mereka juga harus menanam lagi setelah itu,” katanya.
Blora saat ini memiliki 14 gudang jagung yang tersebar di berbagai wilayah, namun dengan harga yang terus merosot, para pemilik gudang dan petani menghadapi tantangan besar untuk menjaga kestabilan ekonomi mereka di tengah fluktuasi harga pasar.
(Angga)






