Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Dua Remaja Dibacok OTK Usai Nonton Dangdut di Kaliori, Satu Korban Tergeletak Lemah

badge-check


					Dua Remaja Dibacok OTK Usai Nonton Dangdut di Kaliori, Satu Korban Tergeletak Lemah Perbesar

Klikjateng, Rembang – Dua remaja asal Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, menjadi korban pembacokan orang tak dikenal (OTK) usai menyaksikan hiburan orkes dangdut. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam (5/4) sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Mojorembun–Wiroto.

Kedua korban, yakni Hendra Surya Nugraha (23) dan Frida Cahya Wistara (22), keduanya merupakan warga Desa Wiroto, Kecamatan Kaliori. Mereka mengalami luka bacok di bagian lutut kaki akibat serangan brutal menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Dalam video berdurasi 3 menit 39 detik yang beredar di media sosial, terlihat kedua korban mengalami luka parah di bagian kaki. Salah satu dari mereka tampak masih sadar dan sempat meminta tolong kepada petugas TNI-Polri yang tengah berpatroli.

“Tolong, Pak. Jaluk tulung dhisik koncoku, Pak,” ujar korban sambil menunjuk temannya yang tergeletak lemah.

Satu korban masih mampu berdiri dan berjalan menuju mobil patroli milik Polsek setempat, sementara korban lainnya dibantu warga dan petugas untuk dievakuasi ke rumah sakit.

Kapolsek Kaliori, AKP Saefudin membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kedua korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang setelah menonton pertunjukan dangdut.

“Kejadiannya pukul 23.30 WIB. Korban Hendra Surya Nugraha dan Frida Cahya Wistara, warga Desa Wiroto. Keduanya dibacok setelah dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal,” ungkap AKP Saefudin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, Minggu (6/4).

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan korban, serta mengumpulkan barang bukti. Dugaan sementara, pelaku melarikan diri ke arah selatan usai melakukan aksinya.

Terkait motif pembacokan, AKP Saefudin menyebutkan belum bisa disimpulkan. “Korban saat ditanya belum bisa memberikan keterangan jelas. Kita masih menunggu kondisi mereka membaik,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rembang Iptu Alva Zakya Akbar melalui KBO Reskrim Iptu Widodo Eko Prasetyo menyatakan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

“Masih proses penyelidikan. Doakan semoga segera terungkap,” ujarnya singkat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita