Klikjateng, Blora – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda 14 kecamatan pada Senin hingga Selasa (19–20/5/2025). Langkah tanggap darurat ini dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan BBWS Bengawan Solo.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora, Ir. Surat, menjelaskan, kegiatan difokuskan pada pembersihan sampah di alur sungai, kanal banjir, dan saluran drainase.
“Salah satunya kami tindak lanjuti laporan warga Desa Gedongsari, yang terdampak banjir akibat tumpukan sampah dan bambu di hulu Jembatan Badong. Alat berat kami masih di lokasi,” ujar Surat, Kamis (22/5/25).
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air, karena hal itu dapat memperparah bencana banjir.
“Menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sejatinya bagian dari ibadah kita kepada Tuhan dan bentuk kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.
Surat juga menekankan pentingnya disiplin warga dalam mitigasi bencana.
“Sekecil apapun usaha kita untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan adalah langkah besar mencegah bencana banjir dan tanah longsor. Buanglah sampah pada tempatnya,” tegasnya.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
“Jika hujan deras terjadi 3-4 jam, warga harus siap siaga dan memeriksa kondisi saluran air di lingkungan masing-masing,” pesannya.
Terkait penanganan jangka panjang, Pemkab Blora berencana menggelar rapat koordinasi lintas sektor pasca banjir. Rapat ini akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhutani untuk menata ulang daerah aliran sungai (DAS) yang tergolong kritis.
“Reboisasi dengan tanaman keras di kawasan hutan kritis dan pengendalian perubahan lahan menjadi kunci mencegah banjir di masa mendatang,” pungkas Surat.






