Klikjateng, Blora – Banyak masyarakat masih menganggap bahwa nyeri hebat pada gigi berujung pada satu solusi, yakni pencabutan. Padahal, menurut Dokter Gigi Nina Daniar, Spesialis Konservasi Gigi (Endodontik) RSUD dr. R. Soetijono Blora, gigi yang rusak parah justru masih bisa dipertahankan melalui Perawatan Saluran Akar (PSA) atau dikenal sebagai perawatan saraf gigi.
Dalam penjelasannya, drg. Nina menyebutkan bahwa kerusakan saraf gigi—yang sering menyebabkan nyeri, pembengkakan, hingga perubahan warna—merupakan penyebab utama kondisi gigi yang dianggap “parah”. Bila dibiarkan, infeksi tersebut memang bisa berujung pada pencabutan. Namun, teknologi kedokteran gigi kini memungkinkan penyembuhan dari dalam gigi tanpa harus mengorbankan gigi alami.
“Di mana-mana tidak ada yang lebih nyaman daripada gigi alami kita, baik untuk fungsi bicara maupun pengunyahan,” jelasnya.
PSA: Solusi Nyeri Gigi dari Akar Masalah
Menurut drg. Nina, permasalahan seperti gigi berlubang, gigi patah, atau gusi bengkak kerap mengganggu fungsi dan estetika. Namun, masyarakat patut bersyukur karena saat ini permasalahan tersebut dapat diselesaikan melalui PSA.
“Tujuan utama perawatan saluran akar adalah menghilangkan infeksi bakteri dan yang paling penting menghilangkan rasa nyeri. Jadi jangan kebalik, bukan perawatannya yang bikin nyeri. Justru dilakukan agar gigi tidak nyeri,” tegasnya.

Tahapan Perawatan di Poli Endo RSUD Blora
Di Poli Endo RSUD dr. R. Soetijono Blora, perawatan saluran akar dilakukan secara bertahap dan terstruktur, meliputi:
1. Konsultasi dan anamnesis keluhan nyeri
2. Pemeriksaan klinis dan rontgen gigi
3. Akses opening, yaitu mengebur bagian gigi yang bermasalah
4. Pemberian bius bila diperlukan
Bius tidak selalu digunakan, tergantung kondisi saraf gigi
Dilakukan hanya jika saraf masih meradang, agar perawatan tidak menimbulkan rasa sakit
5. Pencarian dan pengukuran panjang saluran akar
6. Pembersihan menggunakan cairan disinfektan untuk membunuh bakteri
7. Sterilisasi dengan obat steril beberapa kali
8. Pengisian saluran akar dengan bahan steril bernama Gutta Percha
9. Penambalan sebagai tahap akhir
Setelah seluruh proses selesai, gigi yang dirawat dapat kembali berfungsi normal untuk bicara maupun mengunyah. Tidak hanya itu, pasien juga dapat mempertahankan senyum yang lebih sehat dan percaya diri.
“Gigi yang telah dilakukan perawatan saluran akar akan bertahan fungsinya lebih lama. Yang terpenting, Anda bisa tersenyum lebih lama dengan lebih percaya diri,” tutup drg. Nina.






