Klikjateng, Blora – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora menurunkan tim medis untuk memberikan pelayanan darurat kepada warga terdampak kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo.
Sejumlah tenaga kesehatan disiagakan di posko pengungsian yang berjarak sekitar satu kilometer dari titik kebakaran. Di lokasi tersebut juga dipasang tenda darurat dan mobil ambulans guna memberikan pelayanan cepat apabila terjadi keadaan gawat darurat.
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengungkapkan tim medis telah turun sejak hari pertama kejadian. Fokus utama, kata dia, adalah menangani korban luka bakar, memastikan kebutuhan obat-obatan terpenuhi, serta melakukan pemantauan kesehatan bagi pengungsi.
“Kami menyiapkan tim medis yang berjaga 24 jam di posko. Beberapa warga mengalami sesak napas akibat paparan asap, langsung kami tangani di tenda darurat. Sementara korban luka bakar berat sudah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif,” ujarnya, Minggu (24/8/2025).
Selain memberikan pelayanan darurat, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap warga di pengungsian, mulai dari tekanan darah, suhu tubuh, hingga kondisi psikis warga yang mengalami trauma. Dinkesda turut menyalurkan vitamin, obat pereda batuk, serta masker untuk mencegah gangguan pernapasan akibat asap kebakaran.
Sri, salah seorang warga terdampak, mengaku lega dengan adanya tenaga medis di posko pengungsian.
“Sejak kebakaran itu, kami takut pulang karena asap masih terasa. Di sini kami diperiksa rutin, anak-anak juga dikasih vitamin. Setidaknya kami merasa lebih tenang,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Suparno (52), warga lainnya. Ia mengatakan sebagian warga sempat mengalami batuk-batuk setelah beberapa hari terpapar asap.
“Syukurlah ada dokter dan perawat yang siap membantu. Kalau tidak, mungkin banyak yang jatuh sakit,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dinkesda Blora juga terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI-Polri, Pertamina, dan relawan dalam penanganan darurat. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat tidak kembali dulu ke rumah masing-masing sebelum situasi benar-benar dinyatakan aman. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegas Edi Widayat.
Hingga Minggu malam, sebagian warga masih bertahan di posko pengungsian. Sementara tim medis terus melakukan pemantauan agar seluruh warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.






