Klikjateng, Blora – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, mengungkapkan optimisme terkait pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Blora melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam wawancara di ruang kerjanya pada Senin (14/10/2024), Sunaryo menjelaskan bahwa proses pengangkatan PPPK yang dilakukan setiap tahun sejak 2021 telah membantu mengatasi kekurangan guru, terutama di daerah-daerah terpencil yang selama ini mengalami kendala dalam penyediaan tenaga pendidik.
Menurut Sunaryo, formasi PPPK untuk guru di Blora tergolong besar, dan tahun 2024 menjadi salah satu tahun yang krusial dalam mencukupi kebutuhan tenaga pendidik. “Insyaallah, dengan pengangkatan PPPK di periode 2024 ini, kebutuhan guru kita sudah tercukupi. Apalagi formasi PPPK termasuk besar setiap tahun. Kami yakin guru-guru kita sudah cukup untuk pemenuhan dari PPPK,” ujarnya.
Antisipasi Kekurangan Guru di Masa Depan
Meski demikian, Sunaryo menyadari bahwa tantangan masih ada, terutama terkait pensiun massal para guru senior yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. Saat ini, kebijakan pengadaan tenaga pendidik hanya mengandalkan PPPK karena rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk guru sudah tidak ada lagi. Hal ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan untuk tetap mengantisipasi potensi kekurangan guru di masa depan.
“Iya, kita tetap mengantisipasi adanya kekurangan guru yang disebabkan oleh pensiun. Sampai hari ini, rekrutmen CPNS untuk guru belum tersedia, sehingga opsi utama kita hanyalah PPPK. Formasi ini tetap kita usulkan setiap tahun untuk memastikan kebutuhan pendidikan di Blora tetap terpenuhi,” tambah Sunaryo.
Ia juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Blora terus melakukan evaluasi dan pemantauan terkait penempatan guru. Setiap pengangkatan tenaga pendidik PPPK dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di sekolah-sekolah yang kekurangan guru, terutama di daerah terpencil dan perbatasan.
Beban Anggaran Gaji ASN yang Tinggi
Di sisi lain, Sunaryo juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintah daerah terkait anggaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk guru yang diangkat melalui PPPK. Beban anggaran untuk gaji ASN di Kabupaten Blora mencapai hampir 40 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang cukup memberatkan daerah.
“Konsekuensi dari banyaknya pengangkatan PPPK adalah beban anggaran yang tinggi, terutama untuk gaji. Gaji ASN di Blora, termasuk PPPK, hampir 40 persen dari APBD. Hal ini cukup berat bagi daerah untuk memenuhinya,” jelas Sunaryo. Namun, ia menambahkan bahwa upaya untuk menyeimbangkan antara kebutuhan tenaga pendidik dan kemampuan anggaran daerah terus dilakukan agar pelayanan pendidikan tidak terganggu.
Kebijakan Khusus Penempatan Guru
Terkait kebijakan khusus penempatan tenaga pendidik, Sunaryo menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Blora telah merancang skema penempatan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Daerah-daerah yang paling membutuhkan guru, terutama sekolah-sekolah di pelosok, menjadi prioritas utama dalam setiap pengangkatan tenaga pendidik baru. Ini dilakukan agar distribusi guru lebih merata dan tidak terjadi penumpukan di wilayah perkotaan.
“Kami berupaya agar distribusi guru lebih merata, terutama di daerah-daerah terpencil. Di Blora, masih ada beberapa wilayah yang sangat kekurangan guru, dan inilah yang menjadi fokus kami dalam penempatan tenaga pendidik baru, terutama yang diangkat melalui PPPK,” ungkap Sunaryo.
Masa Depan Pengelolaan Guru di Blora
Dinas Pendidikan Blora terus berkomitmen untuk menjaga mutu pendidikan dengan memastikan ketersediaan tenaga pendidik yang memadai di seluruh wilayah kabupaten. Pengangkatan PPPK dipandang sebagai solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan kekurangan guru, sekaligus sebagai upaya untuk mempertahankan kualitas pendidikan di Blora.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui formasi PPPK yang terus diajukan, diharapkan seluruh sekolah di Kabupaten Blora, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dapat menikmati layanan pendidikan yang optimal dengan tenaga pendidik yang cukup.
(Angga)






