Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Dinas Kesehatan Rembang Imbau Warga Tak Panik Terhadap Kasus Gondongan yang Menyebar di Kalangan Anak-Anak

badge-check


					Dinas Kesehatan Rembang Imbau Warga Tak Panik Terhadap Kasus Gondongan yang Menyebar di Kalangan Anak-Anak Perbesar

Klikjateng, Rembang – Ratusan warga Kabupaten Rembang, terutama anak-anak, dilaporkan terkena penyakit gondongan atau parotitis, sebuah infeksi yang disebabkan oleh virus dari kelompok Paramyxovirus. Meski kasus ini cukup tinggi, masyarakat diimbau untuk tidak panik karena gondongan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofi’i, menjelaskan bahwa penyakit ini bersifat self-limiting, yang berarti dapat sembuh secara alami tanpa intervensi khusus. “Penyakit gondongan disebabkan oleh virus dan akan sembuh setelah perjalanan alamiah di dalam tubuh, mirip dengan batuk atau pilek. Masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas dr. Ali dalam keterangan persnya, Jumat (1/11/2024).

Gejala gondongan meliputi pembengkakan pada kelenjar ludah di sekitar pipi, demam, sakit kepala, nyeri perut, mulut kering, kehilangan nafsu makan, dan nyeri saat menelan. Penyakit ini biasanya akan sembuh dalam rentang waktu 7 hingga 15 hari.

dr. Ali juga menyarankan pengobatan mandiri berdasarkan gejala yang muncul. “Jika ada demam, minum obat penurun panas, konsumsi pereda nyeri jika terasa nyeri, dan istirahat yang cukup sambil tetap mengonsumsi makanan bergizi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi, nyeri kepala atau kelenjar ludah yang luar biasa, kesulitan menelan, atau nyeri perut disertai muntah. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada komplikasi lain.

Penularan gondongan dapat terjadi melalui percikan lendir saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, serta kontak langsung seperti berciuman. dr. Ali mengingatkan agar masyarakat menghindari berbagi alat makan atau minum dengan penderita dan selalu mencuci tangan sebelum menyentuh hidung atau mulut.

“Penderita gondongan, terutama anak-anak, dianjurkan untuk beristirahat di rumah agar tidak menulari orang lain dan mempercepat proses penyembuhan,” tambahnya.

Untuk pencegahan, vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) dinilai efektif melindungi tubuh dari gondongan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Rembang, pada Oktober 2024 tercatat 621 kasus gondongan. Rinciannya, sebanyak 501 kasus terjadi pada anak usia 5–14 tahun, 60 kasus pada usia 15–44 tahun, 54 kasus pada anak usia 0–4 tahun, dan 6 kasus pada usia 45 tahun ke atas.

“Sebagian besar dari mereka sudah sembuh. Sekali lagi, penyakit ini tidak terlalu mengkhawatirkan dan InsyaAllah bisa sembuh,” pungkas dr. Ali, sembari berharap agar masyarakat tetap tenang dan waspada.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita