Klikjateng, Blora – Desa Nglengkir, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, terus berupaya mengembangkan potensi wisata dan pertaniannya agar bisa menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan meningkatkan perekonomian warga. Dengan tujuh dukuh yang tersebar dalam 23 RT dan 7 RW, desa ini memiliki keunggulan dalam sektor pertanian, hortikultura, dan wisata alam yang masih alami.
Kepala Desa Nglengkir, Suparman, menyebutkan bahwa wilayahnya sejak lama dikenal sebagai penghasil berbagai komoditas pertanian, seperti bawang merah, palawija, dan beragam buah-buahan.
“Untuk pertanian, yang paling unggul di sini adalah bawang merah. Selain itu, ada juga tanaman hortikultura seperti cabai dan berbagai jenis buah seperti sawo, sukun, alpukat, dan kedondong. Uniknya, Desa Nglengkir juga menjadi salah satu daerah penghasil bunga kenanga, yang panennya dilakukan setahun sekali menjelang hari raya,” ungkap Suparman. Minggu (16/2/25).

Dengan potensi alam yang melimpah, Desa Nglengkir kini tengah berupaya mengembangkan sektor wisata sebagai pendukung utama ekonomi desa.
Wisata Sendang Nglengkir dan Goa Tirta, Aset Berharga Desa
Salah satu destinasi yang sedang dikembangkan adalah Sendang Nglengkir, sumber mata air alami yang telah lama menjadi tempat favorit warga. Selain memiliki air yang jernih, kawasan sendang juga dilengkapi dengan kolam renang anak-anak serta pemandangan pegunungan yang sejuk dan asri.
“Sendang ini memang belum sepenuhnya dikembangkan, tapi potensinya cukup besar. Anak-anak senang bermain di kolamnya, dan lokasinya yang berada di dataran tinggi menawarkan suasana yang nyaman,” ujar Suparman.
Selain sendang, desa ini juga memiliki Goa Tirta, yang dulu ramai dikunjungi para remaja. Namun, karena lokasinya berada di kawasan Perhutani dan akses jalannya terbatas, jumlah pengunjung mulai berkurang.
“Dulu Goa Tirta sering dikunjungi, terutama oleh anak-anak muda. Tapi karena sekarang aksesnya sulit, jumlah pengunjung menurun. Kami berharap ada solusi agar wisata ini bisa dikembangkan lagi,” tambahnya.
Untuk mengembangkan wisata ini, Pemerintah Desa Nglengkir sangat berharap adanya investor yang tertarik untuk berinvestasi. Menurut Suparman, tanpa dukungan dana besar, desa sulit mengembangkan wisata secara optimal.
“Kendala terbesar tentu saja dana. Jika hanya mengandalkan swadaya masyarakat atau Dana Desa, kami tidak akan mampu membangun sarana dan prasarana yang memadai. Kami berharap ada investor yang bersedia bekerja sama, termasuk dengan Perhutani, agar pengelolaan wisata bisa dilakukan lebih profesional,” paparnya.
Sedekah Bumi, Tradisi yang Terus Lestari
Selain potensi alam, Desa Nglengkir juga memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga. Salah satu tradisi yang rutin dilakukan adalah Sedekah Bumi, sebuah ritual tahunan yang menjadi bagian dari warisan leluhur.
“Sedekah Bumi ini adalah acara puncak desa, yang ditandai dengan bancaan atau makan bersama di area Sendang Nglengkir. Semua warga berkumpul, membawa makanan, dan berdoa bersama. Ini adalah tradisi yang mempererat kebersamaan dan harus terus dijaga,” jelas Suparman.
Sinergi dengan Desa Tetangga dan Rencana Masa Depan
Pemerintah Desa Nglengkir tidak ingin berjalan sendiri dalam mengembangkan wisata. Suparman menyatakan bahwa pihaknya ingin bersinergi dengan desa-desa tetangga seperti Desa Gandu dan Desa Jurangjero, terutama dalam hal akses transportasi dan pengembangan wisata berbasis kawasan.
“Jika jalur transportasi antar desa bisa tersambung dengan baik, maka pengembangan wisata bisa dilakukan secara bersama-sama. Ini akan menguntungkan semua pihak, karena wisatawan akan memiliki lebih banyak pilihan destinasi dalam satu kawasan,” ucapnya.
Langkah konkret yang akan diambil pemerintah desa dalam waktu dekat adalah melakukan komunikasi lebih lanjut dengan Perhutani terkait pengelolaan wisata Goa Tirta dan Sendang Nglengkir. Jika kesepakatan bisa dicapai, maka tahap pembangunan dan pengembangan bisa segera dimulai.
“Kami akan memperjelas dulu bagaimana aturan dan MoU dengan Perhutani. Jika memang memungkinkan, kami siap melangkah ke tahap selanjutnya demi kemajuan desa,” pungkas Suparman.
Dengan segala potensi yang dimiliki, Desa Nglengkir berpeluang besar menjadi desa wisata yang berkembang di Kabupaten Blora. Namun, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan investor, sangat diperlukan agar rencana ini bisa terealisasi dengan maksimal.






