Klikjateng, Blora – Desa Bangsri, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara Harapan I (peringkat 4) dalam ajang Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2025. Acara dengan tema “Harmoni Desa Wisata Merajut Langkah Menjemput Asa Berdaya Bersama” ini digelar di Kabupaten Banjarnegara.
Kepala Desa Bangsri, Yannanta Laga Kusuma atau akrab disapa Laga, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas capaian yang diraih desanya.
“Perasaan kita tetap senang, Alhamdulillah bangga di tahun 2025 ini selain Bangsri naik status menjadi desa mandiri, kemudian juga mendapat penghargaan desa inspiratif dan kepemudaan dari Jawa Pos Radar Bojonegoro, dan yang terakhir ini desa wisata Harapan I se-Jateng. Jadi tahun 2025 ini is the best, Bangsri penuh prestasi,” ujarnya. Jumat (12/9/2025).
Menurut Laga, Bangsri sebelumnya juga telah menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya ditetapkan sebagai Desa Inklusi (2024) serta meraih peringkat 13 nasional kategori desa berkembang dalam Lomba Desa Wisata Nusantara.
Potensi Unggulan Desa Bangsri
Laga menjelaskan, daya tarik utama Desa Bangsri adalah keberadaan patung maskot berukuran besar yang disebut-sebut terbesar di Kabupaten Blora. Selain itu, kawasan wisata Noyo Gombal View menawarkan beragam wahana modern, kuliner khas, serta inovasi-inovasi baru agar wisatawan tidak bosan.
“Untuk unggulannya, ada maskot patung besar, kuliner, dan wahana. Di Noyo Gombal View kami selalu membuat gebrakan agar wisatawan tidak jenuh,” jelasnya.
Persiapan Dadakan
Meski meraih penghargaan, Laga mengakui persiapan desanya untuk ajang ini dilakukan secara terbatas. “Terus terang persiapan kita dadakan, tapi Alhamdulillah bisa tembus empat besar. Insyaallah tahun depan kita persiapkan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Laga juga menyoroti kelemahan desanya di bidang pengelolaan website dan pelestarian budaya lokal seperti tayub, yang seharusnya lebih ditonjolkan dalam konsep desa wisata.
“Main site desa wisata dan wisata desa itu beda. Kalau desa wisata harus kental budaya, sementara Bangsri lebih modern dengan wahana. Tapi kita tidak menyerah, tahun depan akan ikut lagi semoga bisa podium,” tambahnya.
Peran Masyarakat dan Dampak Ekonomi
Keberhasilan Bangsri tidak lepas dari dukungan masyarakat. Laga menyebut hampir 170 warga terlibat langsung dalam pengelolaan wisata, mulai dari UMKM hingga investor lokal.
“Efeknya besar, selain mengurangi pengangguran juga mendukung program sosial. Kita sudah merehab musholla di 3 dukuh, memberikan bantuan pangan untuk ODGJ, lansia, dan difabel, serta beasiswa dan sarana transportasi gratis bagi pelajar dari SD sampai kuliah,” paparnya.
Harapan Dukungan Pemerintah
Laga berharap pemerintah daerah maupun provinsi memberikan dukungan nyata berupa bantuan keuangan (Bankeu) agar pengembangan desa wisata terus berjalan.
“Wisata tidak boleh berhenti, wajib berkembang sedikit demi sedikit. Kami harap ada dukungan dari kabupaten, provinsi, atau pusat,” ungkapnya.
Ia juga membuka diri untuk berbagi pengalaman dengan desa lain di Blora yang ingin mengembangkan potensi wisata. “Insyaallah kita bantu 100% mulai ide dan gagasan,” tandasnya.
Dinporabudpar Blora Dampingi Peserta
Terpisah, Kepala Bidang Dinporabudpar Blora, Yeti Romdonah, mengungkapkan bahwa pihaknya turut melakukan pendampingan kepada desa wisata yang mengikuti ajang ini.
“Ada pendampingan dari kami dalam menyiapkan lomba, baik administratif maupun kondisi lapangan sesuai persyaratan. Dari ratusan pendaftar, dipilih 10 desa wisata terbaik, lalu diverifikasi lapangan oleh tim juri, dan akhirnya ditentukan 6 pemenang,” jelasnya.

Daftar Juara Gelar Desa Wisata Jateng 2025
Juara 1 : Rp 20 juta
Juara 2 : Rp 15 juta
Juara 3 : Rp 10 juta
Harapan 1 (Desa Bangsri, Blora) : Rp 8 juta
Harapan 2 : Rp 6,5 juta
Harapan 3 : Rp 5 juta
Dengan capaian ini, Desa Bangsri semakin menegaskan diri sebagai salah satu desa yang berkembang pesat dalam sektor wisata, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Blora.






