Klikjateng, Blora – Desa Bacem, Kecamatan Blora, pada tahun 2025 ini menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Banprov) sebesar Rp500 juta. Bantuan tersebut akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur desa yang telah diprioritaskan melalui musyawarah desa (Musdes).
Kepala Desa Bacem, Sarmini, mengungkapkan bahwa dana Banprov tersebut dialokasikan untuk tiga titik pembangunan. “Kami mendapat tiga titik dari bantuan Provinsi senilai Rp500 juta, yaitu Rp200 juta untuk paving RT 1 RW 3, Rp100 juta untuk paving RT 7 RW 1, serta Rp200 juta untuk pembangunan talud di RT 5 RW 1,” jelasnya, Senin (30/9/2025).
Menurut Sarmini, proses penentuan pembangunan mengacu pada hasil Musdes yang telah disepakati masyarakat. “Sebelum kegiatan, sudah ada musyawarah desa. Usulan masyarakat dari masing-masing RW diprioritaskan, kemudian masuk dalam RKPDes, dan akhirnya ditetapkan dalam APBDes. Jadi pembangunan ini sudah pasti dan sesuai kebutuhan warga,” terangnya.

Ia menambahkan, keberadaan Banprov sangat membantu desa karena keterbatasan dana yang bersumber dari Dana Desa. “Sejauh ini sangat terbantu sekali adanya Banprov. Karena Dana Desa 20% untuk ketahan pangan, 80% untuk fisik, bidang kesehatan dan pendidikan terbagi dengan ketentuan 30-70 persen, sehingga untuk pembangunan fisik sudah tidak bisa banyak dianggarkan. Dengan adanya bantuan dari provinsi, program yang sebelumnya tertunda bisa direalisasikan,” ujarnya.
Salah satunya, kata Sarmini, adalah pembangunan paving RT 1 RW 3 yang sempat tertunda. “Dulunya kami menganggarkan dari Dana Desa, tetapi karena sebagian besar sudah terserap untuk ketahanan pangan, anggaran tidak mencukupi. Sehingga kami usulkan lewat Banprov 2025,” imbuhnya.
Terkait transparansi, Sarmini memastikan masyarakat bisa memantau setiap penggunaan dana Banprov. “Kami pasang papan informasi atau infografis sebelum kegiatan dimulai. Papan nama tersebut ada di setiap titik pembangunan, bahkan di pos kamling juga ada. Jadi masyarakat tahu apa saja yang dibangun,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, proyek Banprov di Desa Bacem melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. “Semua pengerjaan diserahkan ke warga. Dengan begitu mereka merasa bertanggung jawab, sehingga hasilnya bisa maksimal. Meskipun ada pengawasan dari PPK, kami tidak menggunakan tenaga ahli dari luar,” ungkapnya.
Meski begitu, Sarmini berharap bantuan serupa bisa terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. “Wilayah kami sangat luas, sementara Dana Desa tidak mencukupi. Masih banyak kebutuhan talud sungai yang harus dibangun karena rawan longsor. Jadi kami berharap bantuan Banprov tetap ada,” pungkasnya.
Sebagai informasi, selain Banprov, Desa Bacem juga menerima Dana Desa sekitar Rp800 juta serta bantuan dari Bantuan Kabupaten (Bankab) senilai Rp200 juta yang tahun lalu digunakan untuk pembangunan balai desa.






