Klikjateng, Blora – Pasca padamnya api kebakaran sumur gas di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Dinsos P3A, Tagana, relawan, dan perangkat desa masih terus melakukan penanganan lanjutan di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora melalui petugas Tim Reaksi Cepat (TRC), Agung Triyono, menyampaikan laporan terbaru pada Rabu (27/8/2025) pukul 12.34 WIB. Ia menjelaskan, berbagai klaster penanganan masih berjalan, mulai dari logistik, pendidikan, kesehatan, hingga pasca kebakaran.
Klaster Logistik dan Pengungsian
Gudang logistik dibuka di Balai Desa Gandu. Dapur umum yang dikelola Tagana Dinsos P3A menyiapkan ribuan nasi bungkus untuk para pengungsi, dengan rincian makan pagi 500 bungkus, makan siang 450 bungkus, makan malam 500 bungkus, serta tambahan 100 bungkus untuk tim gabungan yang bertugas.
Distribusi dilakukan oleh Tagana yang dibantu relawan, MTA, TNI, Polri, dan perangkat desa. Untuk kebutuhan mendesak, klaster logistik masih membutuhkan gas elpiji dan air galon isi ulang. Sedangkan kebutuhan mendesak di klaster pengungsian meliputi gula 200 kilogram, minyak goreng 200 botol, selimut 450 pcs, hygiene kit 300 paket, air mineral 200 dus, serta family kit 300 dus.
“Stok makanan dapur umum diperkirakan bisa mencukupi hingga lima hari ke depan,” terang Agung.

Klaster Pendidikan
Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan meski sebagian siswa masih dalam kondisi mengungsi. Tercatat 40 siswa tetap masuk sekolah dengan mengenakan pakaian bebas.
Selain itu, PGRI Kecamatan Bogorejo juga menyalurkan bantuan sembako serta santunan untuk keluarga korban. Namun, kebutuhan mendesak di sektor pendidikan adalah peralatan sekolah dan alat tulis.

Klaster Kesehatan
Pos kesehatan didirikan di rumah bidan desa, dan tenaga medis aktif melakukan pemeriksaan ke lokasi pengungsian. Rata-rata pasien mengalami penyakit ISPA dan batuk pilek (bapil).
“Stok obat masih tercukupi, pasien rujukan nihil, dan kebutuhan mendesak sementara tidak ada,” jelas Agung.
Penanganan Pasca Kebakaran
Setelah api berhasil dipadamkan tim gabungan pada Sabtu (23/8/2025) pukul 18.35 WIB, penanganan pasca kebakaran terus dilaksanakan. Di antaranya persiapan sarpras dan personel untuk pengecoran sekitar sumur, koordinasi tindak lanjut dengan pihak terkait, penyiraman air asin secara berkala ke lubang sumur, serta pemantauan tekanan gas oleh tim damkar.
Selain itu, satu unit excavator milik Dinas PUPR Blora dikerahkan untuk meratakan kembali tanah warga yang terdampak di sekitar lokasi semburan.
“Meski api sudah padam, tim gabungan tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” pungkas Agung.






