Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Bupati Arief Rohman Ajak Lestarikan Alam di Peringatan 118 Tahun Perjuangan Samin Surosentiko

badge-check


					Bupati Arief Rohman Ajak Lestarikan Alam di Peringatan 118 Tahun Perjuangan Samin Surosentiko Perbesar

Klikjateng, Blora – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dalam peringatan 118 tahun perjuangan Ki Samin Surosentiko yang digelar di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surosentiko, Desa Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung, Sabtu (15/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief menekankan bahwa Blora, yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan hutan, harus dijaga kelestariannya. Ia mengajak komunitas Samin dan seluruh masyarakat untuk turut serta melestarikan lingkungan sesuai dengan tema peringatan “Lemah Pamesthian Padha Nduwe, Padha Ngenciki”.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, kami sangat mengapresiasi sedulur semua yang tetap memegang teguh adat istiadat di tengah era modern ini,” ujar Arief Rohman.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Samin Surosentiko, Pemkab Blora telah mengabadikan namanya dalam beberapa fasilitas publik, seperti Gedung Samin Surosentiko dan RSUD Randublatung Samin Surosentiko. Bahkan, saat ini tengah dibahas penamaan salah satu ruas jalan di Blora dengan nama Samin Surosentiko.

“Kami akan terus mendukung segala bentuk pelestarian budaya, termasuk pembangunan infrastruktur di Pendopo Pengayoman ini, karena sejarah Mbah Samin Surosentiko berasal dari sini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Arief mendorong agar sejarah dan ajaran Samin Surosentiko dapat dibukukan sebagai referensi bagi generasi mendatang.

“Kita berharap perjuangan ini bisa dibukukan dan menjadi literasi bagi anak-anak sekolah di Blora,” imbuhnya.

Momentum Refleksi Perjuangan Samin

Peringatan 118 tahun perjuangan Ki Samin Surosentiko menjadi ajang refleksi nilai-nilai perjuangan, khususnya dalam mempertahankan hak serta menjaga kelestarian lingkungan.

Rangkaian acara dimulai dengan Negeske Tutur e Mbah Samin Surosentiko, dilanjutkan dengan Kidungan lan Lesungan, serta berbuka puasa bersama.

Pada malam harinya, digelar Lamporan atau pawai obor dari SDN 1 Kediren menuju Pendopo Pengayoman. Acara puncak diisi dengan pementasan wayang yang mengisahkan perjuangan Samin Surosentiko saat diasingkan ke Sawahlunto, Sumatera Barat, dan ditutup dengan tradisi Brokohan, yaitu makan bersama sebagai simbol kebersamaan.

Pesan Penting dari Sesepuh Samin

Salah satu sesepuh Samin asal Pati, Gunretno, menegaskan bahwa peringatan ini bertujuan untuk meneruskan nilai-nilai sejarah dan budaya yang diwariskan oleh Mbah Samin Surosentiko kepada generasi penerus.

Dalam pangkur yang ia bacakan sebelum pawai obor, Gunretno menyoroti eksploitasi alam yang semakin masif demi kepentingan segelintir pihak.

> “Bumi Lemah Pangesthian kita nduwe hak podho lan ngenciki. Mulo yen kaponthok iku nyahak hak e wong liyo. Opo meneh nguasai nggo golek untung, cetho kudu disirnakno,” ucapnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa tanah adalah hak bersama dan tidak boleh dikuasai demi kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

Dihadiri Berbagai Tokoh

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya:

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Kementerian Kebudayaan,

Perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah,

Astuti Ananta Toer (anak dari Pramoedya Ananta Toer),

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Blora,

Para tokoh Samin dari berbagai daerah seperti Pati, Kudus, Madiun, Bojonegoro, dan Grobogan.

Peringatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan Ki Samin Surosentiko tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita