Klikjateng, Blora – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) BKK Blora berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan pinjaman yang tetap fokus pada sektor produktif dan konsumtif. Direktur Utama BPR BKK Blora, Puguh Haryono, menyatakan bahwa pada tahun 2025, pihaknya tetap menjalankan kebijakan penyaluran pinjaman dengan prinsip kehati-hatian tanpa perubahan signifikan dari tahun sebelumnya.
“Kami tetap melakukan kebijakan seperti yang sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya. Belum ada perubahan signifikan yang harus kami luncurkan karena situasi perekonomian masih penuh tantangan. Kami tetap berhati-hati, terutama dalam pembiayaan untuk UMKM dan sektor produktif lainnya,” ujar Puguh. Kamis (30/1/2025).
Menurutnya, dalam kondisi ekonomi yang dinamis, pendekatan kehati-hatian menjadi hal utama agar kualitas kredit tetap terjaga dan tidak membebani kinerja keuangan bank.
Target dan Pertumbuhan Kredit 2025
Meskipun tidak memiliki target khusus dalam jumlah kredit yang akan disalurkan, BPR BKK Blora tetap optimis pertumbuhan kredit di tahun 2025 mengalami pertumbuhan yang tidak jauh dari pertumbuhan kredit secra nasional, BPR BKK Blora menargetkan pertumbuhan di kisaran 8 hingga 9 persen.
Selain itu, BPR BKK Blora juga berupaya untuk mempertahankan kualitas kredit agar tidak mengalami peningkatan kredit non lancar (Non-Performing Loan/NPL).
Sektor Prioritas dalam Pemberian Pinjaman
Sejalan dengan fokusnya dalam mendukung ekonomi daerah, BPR BKK Blora tetap memprioritaskan pembiayaan pada sektor pertanian, UMKM, perdagangan, dan sektor konsumtif. Selain itu, pembiayaan untuk proyek juga tetap menjadi bagian dari strategi bank, meskipun tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang dimiliki.
“Kami tetap memberikan prioritas pada pertanian, UMKM, perdagangan, dan sektor konsumtif. Untuk proyek juga kami pertimbangkan, tetapi tentu dengan memperhitungkan kemampuan keuangan kami. Kami tidak ingin muluk-muluk dalam memberikan pinjaman,” kata Puguh.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya berharap adanya subsidi bunga dari pemerintah agar dapat memberikan pinjaman dengan suku bunga yang lebih kompetitif bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Produk Pinjaman dan Kebijakan Suku Bunga
BPR BKK Blora masih mempertahankan produk pinjaman yang telah ada, tanpa perubahan besar pada tahun 2025. Produk pinjaman tetap disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang menjadi nasabah utama bank ini.
Terkait kebijakan suku bunga, Puguh menegaskan bahwa saat ini tren suku bunga masih stagnan berdasarkan kebijakan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI). Namun, pihaknya siap menyesuaikan jika ada perubahan kebijakan di tingkat nasional.
“Kami masih melihat kebijakan dari LPS dan BI. Saat ini tren suku bunga masih stabil, tetapi jika ada kebijakan baru dari pemerintah, tentu kami akan menyesuaikan,” katanya.
Dalam hal persyaratan pengajuan pinjaman, BPR BKK Blora tetap menerapkan standar yang ketat untuk memastikan keamanan kredit yang diberikan. Calon debitur diwajibkan memiliki usaha yang jelas serta agunan tambahan sebagai jaminan pembayaran.
Evaluasi Kinerja 2024
Puguh juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2024, BPR BKK Blora berhasil mencapai target yang telah ditetapkan dalam rencana bisnis. Pencapaian ini mencakup berbagai aspek, seperti aset, dana masyarakat, pembiayaan, dan laba.
“Alhamdulillah, di tahun 2024, target yang kami tetapkan dalam rencana bisnis telah tercapai. Baik dari sisi aset, dana masyarakat, pembiayaan, maupun laba, semuanya sesuai dengan yang direncanakan,” ungkapnya.
Meskipun demikian, pihaknya tetap menghadapi tantangan dalam penyaluran kredit, terutama karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Oleh karena itu, kehati-hatian tetap menjadi prinsip utama dalam menyalurkan pembiayaan.
Kontribusi terhadap Perekonomian dan PAD Blora
BPR BKK Blora juga turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blora. Pada tahun 2025, diperkirakan bank ini akan menyumbang sekitar Rp3,5 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya.
“Dari laba usaha tahun 2024, kami perkirakan dapat menyumbang sekitar Rp3,3 sampai Rp3,5 miliar untuk PAD Blora. Angka ini dihitung berdasarkan ketentuan pembagian dividen yang berlaku, kalau secara global itu sekitar 6 sampai 7 Milliar, untuk para pemegang saham” jelas Puguh.
Selain itu, ia menegaskan bahwa BPR BKK Blora tetap berkomitmen untuk menyalurkan dana yang dihimpun dari masyarakat Blora kembali ke masyarakat Blora. Hal ini dilakukan agar perputaran ekonomi tetap terjadi di tingkat lokal dan memberikan manfaat lebih bagi daerah.
“Kami tidak menyalurkan pembiayaan ke luar daerah. Dana dari masyarakat Blora kami kelola dan kami salurkan kembali ke masyarakat Blora, sehingga perputaran ekonomi tetap terjadi di daerah ini,” tegasnya.
Harapan dan Target 2025
Menghadapi tahun 2025, BPR BKK Blora berharap dapat terus berperan dalam mendukung pertumbuhan 24 ekonomi lokal. Harapannya, kredit yang disalurkan dapat membantu perputaran ekonomi di sektor UMKM, pertanian, dan perdagangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Blora.
“Kami ingin memastikan bahwa pinjaman yang kami salurkan benar-benar memberikan dampak positif bagi perekonomian Blora. Kami akan terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi nasabah, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kredit,” pungkasnya.
Dengan kebijakan yang tetap fokus pada keberlanjutan dan pertumbuhan yang moderat, BPR BKK Blora optimistis dapat terus berkontribusi dalam membangun perekonomian Blora di tahun 2025.






