Klikjateng, Blora – Sebagai bank daerah yang berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, BPR BKK Kabupaten Blora terus menggulirkan berbagai program yang fokus pada pengembangan sektor UMKM dan bantuan sosial. Direktur Utama BPR BKK Blora, Puguh Haryono, menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu misi utama BPR BKK, sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan regulasi yang berlaku.
“Kami memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung masyarakat Blora, khususnya di sektor UMKM. Ini sejalan dengan visi dan misi kami untuk menjadi lembaga keuangan yang berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian lokal,” ungkap Puguh Haryono. Pada hari Selasa (02/10/24).
BPR BKK Blora berinovasi dalam menciptakan berbagai produk pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor perdagangan hingga pertanian. “Kami selalu berusaha menciptakan produk yang dapat menjangkau semua sektor. Baik itu perdagangan, pertanian, atau sektor lain yang kami bisa jangkau, kami pastikan ada layanan pembiayaan yang sesuai,” tambah Puguh.
Dalam hal target pasar, BPR BKK Blora tidak membatasi layanan hanya untuk kelompok tertentu. Layanan bank ini mencakup berbagai jenis nasabah, baik yang membutuhkan pinjaman konsumtif, produktif, maupun investasi.
Fokus pada Pemberdayaan Generasi Muda dan UMKM Milenial

Direktur BPR BKK Blora, Puguh, menekankan pentingnya pemberdayaan generasi milenial bagi masa depan ekonomi. “Kami pernah menggelar kegiatan edukasi dan literasi keuangan bersama OJK pada 30 Mei 2024. Acara ini diadakan di Pendapa rumah dinas Bupati Blora dengan dukungan bagian perekonomian dan Dinas Pertanian,” ujar Puguh.
Acara yang melibatkan 200 peserta, terdiri dari petani dan peternak muda, bertujuan untuk memperkuat literasi dan akses keuangan di kalangan milenial. Sebanyak lima kelompok petani dan peternak masing-masing menerima bantuan modal sebesar Rp 5 juta guna memberdayakan mereka dalam mengembangkan usaha pertanian.
Beberapa petani dan peternak milenial yang ikut serta dalam program ini memiliki usaha yang cukup produktif, antara lain:
Noto, petani bawang merah, yang juga memproduksi bawang merah goreng kemasan sebagai bagian dari binaan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian.
Widodo, petani kedelai, yang mengelola lahan lebih dari 40 hektar bersama kelompok tani untuk menanam kedelai.
Mochamad Nur Kolis, petani tembakau, yang mendorong pengembangan lahan tembakau seluas lebih dari 50 hektar dengan kelompok taninya.
Tekad, peternak sapi, yang memiliki lebih dari 20 ekor sapi di kandang komunal serta menjalankan usaha pengiriman sapi ke wilayah Jabotabek.
“Kami berharap dapat terus mendukung dan menjangkau segmen ini, karena masa depan perekonomian berada di tangan generasi muda,” tambah Puguh.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, BPR BKK Blora berupaya meningkatkan kemandirian finansial dan keberlanjutan usaha bagi generasi muda di Blora, terutama di sektor pertanian dan peternakan.

Program CSR (Corporate Social Responsibility) BPR BKK Blora juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi krisis seperti kekurangan air bersih. “Salah satu bentuk kepedulian kami adalah mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Program ini sudah berjalan dan dilakukan secara berkala bekerja sama dengan BPBD dengan menyalurkan 100 tangki air bersih,” jelas Puguh.
Dengan strategi ini, BPR BKK Blora berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat Blora, serta menjadi mitra strategis bagi pelaku UMKM dan generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih baik.
(Angga)






