Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

BPR BKK Blora Berupaya Tembus Era Digitalisasi Perbankan

badge-check


					BPR BKK Blora Berupaya Tembus Era Digitalisasi Perbankan Perbesar

Klikjateng, Blora – Dalam menghadapi tantangan di era digital, BPR BKK Kabupaten Blora terus berupaya mencari terobosan untuk mempermudah nasabah dalam bertransaksi secara elektronik. Direktur Utama BPR BKK Blora, Puguh Haryono, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah berfokus pada pengembangan layanan berbasis digital, meskipun diakui masih ada sejumlah hambatan yang harus dihadapi.

Salah satu tantangan utama adalah regulasi ketat terkait lalu lintas keuangan digital. Hingga saat ini, izin untuk menyediakan layanan transaksi elektronik atau mobile banking (M-Banking) masih terbatas, hanya pada bank-bank umum yang memiliki lisensi khusus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Kondisi ini membuat BPR, termasuk BPR BKK Blora, harus lebih berhati-hati dalam menjalankan strategi digitalisasi. “Mobile Banking dan layanan keuangan Digital membutuhkan izin khusus, dan kami harus memastikan semua standar keamanan dan kesiapan teknologi sudah terpenuhi,” kata Puguh Haryono dalam keterangannya. Pada Selasa (01/10/24).

Meski demikian, BPR BKK Blora tidak tinggal diam. Mereka telah menjajaki kerjasama dengan beberapa pihak ketiga yang memiliki lisensi resmi untuk membantu menyediakan layanan transaksi digital. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah kerjasama melalui platform Transferku, yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi elektronik. “Pihak ketiga yang memiliki lisensi seperti Transferku bisa membantu kami memfasilitasi transaksi elektronik bagi nasabah. Tapi, ini bukanlah proses yang mudah karena melibatkan banyak pihak dan persyaratan teknis yang rumit,” jelas Puguh.

Selain itu, BPR BKK Blora juga mempertimbangkan penggunaan e-wallet atau dompet digital yang dapat diintegrasikan dengan layanan di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Ini akan memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin melakukan pembayaran atau transaksi lainnya secara lebih praktis. “Kami ingin nasabah kami bisa melakukan transaksi sehari-hari dengan lebih mudah, mungkin melalui e-wallet atau kerjasama dengan minimarket yang banyak diakses masyarakat,” tambahnya.

Inisiatif lain yang tengah dikaji adalah kerjasama dengan bank-bank umum agar nasabah BPR BKK Blora dapat menggunakan layanan ATM link atau sistem lainnya yang lebih terintegrasi. Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses nasabah dalam melakukan berbagai transaksi, seperti penarikan tunai atau transfer antar bank.

Meski proses menuju digitalisasi ini menghadapi sejumlah kendala, Puguh menekankan bahwa BPR BKK Blora tetap berkomitmen untuk terus belajar dan berinovasi. “Kami sadar bahwa kebutuhan akan layanan digital semakin mendesak, terutama di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, kami terus mencari solusi terbaik agar bisa segera menyediakan layanan digital yang aman dan efisien bagi nasabah,” tutupnya.

Dengan upaya ini, BPR BKK Blora berharap dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan nasabah di era digital serta meningkatkan daya saing di sektor perbankan, terutama di daerah Kabupaten Blora.

 

(Angga)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita