Klikjateng, Blora – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora memastikan api dari kebakaran sumur gas di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, berhasil dipadamkan pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 18.35 WIB. Meski demikian, penanganan pascabencana masih terus dilakukan, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik dan pengungsian.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, menyampaikan update kondisi terkini pada Senin (25/8/2025) pukul 21.00 WIB. Ia menjelaskan, tim gabungan bersama Dinas Sosial P3A, Tagana, TNI, Polri, serta perangkat desa masih aktif memberikan pelayanan kepada para pengungsi.
“Gudang logistik telah dibuka di Balai Desa, dan dapur umum disiapkan oleh Tagana Dinsos P3A Blora. Setiap hari disalurkan nasi bungkus untuk para pengungsi, dengan rata-rata makan pagi 450 bungkus, siang 500 bungkus, malam 450 bungkus, serta 200 bungkus untuk tim gabungan yang bertugas,” jelas Agung.
Menurutnya, kebutuhan mendesak klaster logistik dapur umum saat ini meliputi air galon, air minum, telur, minyak goreng, lauk-pauk, tabung gas, dan bumbu masak. Adapun kebutuhan untuk klaster pengungsian mencakup gula 200 kilogram, minyak goreng 200 botol, selimut 500 lembar, hygiene kit 300 paket, serta air mineral 300 dus.
“Stok makanan dapur umum diperkirakan cukup untuk lima hari ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, untuk klaster pendidikan, kebutuhan mendesak berupa peralatan sekolah dan alat tulis bagi anak-anak pengungsi. Pada klaster kesehatan, pos pelayanan ditempatkan di rumah bidan desa. Rata-rata pasien yang datang mengalami penyakit ISPA, namun stok obat masih mencukupi dan tidak ada pasien yang perlu dirujuk.
Selain penanganan di bidang sosial, tim teknis juga terus bekerja menangani dampak pasca kebakaran semburan gas. Dua unit excavator dari DPUPR Blora dikerahkan untuk perataan tanggul, sementara tim Pertamina memasang cuping ke lubang sumur sebagai persiapan pengecoran di sekitar lokasi.

“Damkar juga standby di lokasi untuk memantau tekanan semburan gas. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan guna menentukan langkah tindak lanjut,” terang Agung.
Meski api telah padam, pemantauan secara berkala tetap dilakukan untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali semburan atau percikan api.






