Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung swasembada pangan nasional dengan meningkatkan produksi padi dan jagung melalui optimalisasi lahan dan Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP).
Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, dan Kedelai yang berlangsung di ruang pertemuan Setda Blora, Sabtu (15/3). Rapat ini dihadiri langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Pertanian, termasuk Tenaga Ahli Menteri, Prof. Dr. Ir. Mohammad Syakir, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Yudi Sastro, dan perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto.
Turut hadir Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora beserta jajarannya, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari seluruh wilayah Kabupaten Blora.
Blora sebagai Lumbung Pangan
Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas utama Pemkab Blora. Dengan potensi lahan yang luas dan produktif, Blora siap meningkatkan produksi padi dan jagung secara signifikan.
“Kabupaten Blora saat ini menjadi daerah penghasil padi terbesar ke-6 dan jagung terbesar ke-2 di Jawa Tengah. Artinya, Blora memiliki peran penting sebagai lumbung pangan nasional,” ujar Bupati Arief.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui berbagai bantuan, baik dari APBN maupun APBD, seperti bantuan benih padi, jagung, dan kedelai.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Pertanian atas komitmennya dalam mendukung petani Blora. Dengan berbagai bantuan yang diberikan, kami optimis produksi pertanian di Blora akan terus meningkat,” lanjutnya.
Target Ambisius LTT: 25.000 Ha
Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Yudi Sastro, mengapresiasi kinerja Pemkab Blora dalam mencapai target LTT. Data terbaru menunjukkan bahwa pada panen Maret ini, LTT Blora telah mencapai 10.808 Ha, melampaui target awal 9.710 Ha.
“Bupati Blora bahkan berani menargetkan hingga 25.000 Ha. Ini sangat luar biasa dan menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah,” kata Yudi Sastro.
Untuk mendukung percepatan produksi, Kementerian Pertanian juga akan memberikan tambahan alat pertanian seperti combine harvester dan traktor guna meningkatkan efisiensi panen dan indeks tanam.
Blora dan Hilirisasi Pertanian
Tenaga Ahli Menteri Kementerian Pertanian, Prof. Dr. Ir. Mohammad Syakir, menyebutkan bahwa Blora memiliki keunggulan dalam produksi padi dan jagung, yang ditanam di lahan non-kompetitif.
“Jagung di Blora tidak bersaing dengan padi karena lebih banyak ditanam di lahan kering, terutama di kawasan hutan. Ini adalah potensi besar yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah bagi petani dan peternak. Selain mendukung produksi tanaman pangan, Kementerian Pertanian juga akan membantu pengembangan pakan ternak berbasis jagung, mengingat Blora juga merupakan salah satu daerah penghasil ternak terbesar di Jawa Tengah.
Blora Menuju Kabupaten Organik
Perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto, menambahkan bahwa Blora kini telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten organik bersama dengan Magelang.
“Dengan potensi yang ada dan semangat pemerintahannya di bawah kepemimpinan Bupati Arief, kami yakin Blora akan terus menjadi salah satu daerah andalan dalam ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Usai rapat, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kota, untuk meninjau langsung hamparan sawah siap panen. Di lokasi tersebut, Bupati Arief bersama pejabat Kementerian Pertanian kembali berdiskusi mengenai langkah-langkah peningkatan hasil panen di masa mendatang.
Dengan berbagai strategi yang diterapkan, Blora semakin memperkokoh posisinya sebagai lumbung pangan nasional.






