Klikjateng, Blora – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Blora terus menggelar sosialisasi Festival Blora Inovasi (FBI) 2025 di tingkat kecamatan. Kegiatan ini diikuti oleh kepala desa beserta satu perwakilan dari unsur perangkat desa, PKK, Karang Taruna dan Genre.
Festival ini merupakan bagian dari upaya Kabupaten Blora untuk mempertahankan predikat sebagai salah satu kabupaten terinovatif di Indonesia. Kepala Bapperida Blora, A. Mahbub Djunaidi, melalui Sub Koordinator Penelitian dan Pengembangan, Khitthatun Nafiah, menjelaskan bahwa FBI 2025 bertujuan menjaring inovasi dari masyarakat dan mendorong mereka untuk mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat memberikan manfaat luas.
“Kami ingin mengajak masyarakat Kabupaten Blora untuk mengeluarkan ide dan inovasinya. Inovasi-inovasi ini nantinya tidak hanya diakui di tingkat kabupaten, tetapi juga akan diikutsertakan dalam lomba inovasi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dari seleksi nasional tersebut, kita bisa mengetahui kualitas inovasi yang dimiliki dan berpeluang meraih penghargaan sebagai kabupaten terinovatif,” jelasnya. Senin (17/2/25).

Mendorong Partisipasi Masyarakat Lebih Luas
Berbeda dengan festival tahun-tahun sebelumnya yang mayoritas diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), FBI 2025 menargetkan lebih banyak partisipasi dari masyarakat umum.
“Sebelumnya, partisipasi masyarakat dalam festival ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan OPD. Oleh karena itu, tahun ini kami turun langsung ke kecamatan untuk melakukan sosialisasi. Sebelumnya, sosialisasi hanya dilakukan melalui media sosial, seperti Instagram dan platform informasi Bapperida Blora. Namun, kali ini kami ingin memastikan informasi ini benar-benar sampai ke masyarakat melalui pemerintah desa,” ujar Nafiah.
Menurutnya, FBI 2025 akan melalui beberapa tahap sosialisasi, mulai dari tingkat kecamatan, kemudian dilanjutkan ke tingkat pelajar dan mahasiswa, serta tingkat OPD. Dengan strategi ini, diharapkan lebih banyak masyarakat yang mengetahui dan tertarik untuk ikut serta.
Meski antusiasme masyarakat cukup tinggi, hingga saat ini belum ada peserta yang mendaftarkan inovasinya di sistem aplikasi yang disediakan Bapperida. “Mungkin mereka masih dalam tahap menyiapkan persyaratan, seperti deskripsi inovasi yang perlu diunggah ke sistem,” tambah Nafiah.
Tantangan Sosialisasi dan Kriteria Penilaian
Salah satu tantangan dalam pelaksanaan sosialisasi FBI 2025 adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep inovasi. Banyak yang beranggapan bahwa inovasi hanya berkaitan dengan teknologi canggih, padahal inovasi dapat berupa berbagai bentuk, seperti seni, gerakan sosial, atau metode pembelajaran baru.
“Kami ingin meluruskan persepsi ini. Inovasi tidak selalu harus berupa teknologi tinggi. Bisa saja inovasi muncul dari kebiasaan sehari-hari, seperti metode pertanian yang lebih efisien, cara pengelolaan sampah yang lebih baik, atau program pemberdayaan masyarakat yang unik dan efektif,” jelas Nafiah.
Setelah peserta mendaftarkan inovasinya, akan ada proses seleksi untuk menentukan inovasi yang layak dipresentasikan di tingkat kabupaten. “Kami akan menghadirkan juri dari berbagai bidang untuk menilai inovasi yang masuk. Setelah itu, inovasi terbaik akan dibawa ke tingkat nasional,” tambahnya.
Harapan dari Festival Blora Inovasi 2025
Bapperida berharap FBI 2025 dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berinovasi dan menyalurkan ide-ide kreatif mereka. “Kami ingin masyarakat yang selama ini sudah berinovasi tetapi belum terdata, bisa ikut mendaftarkan inovasinya. Dengan begitu, inovasi mereka bisa tercatat secara resmi dan berkesempatan untuk berkembang lebih jauh,” kata Nafiah.
Lebih jauh, Bapperida berharap festival ini dapat mendorong Kabupaten Blora untuk terus berkembang sebagai daerah yang inovatif. “Harapannya, Blora bisa semakin maju dengan berbagai inovasi dari masyarakat maupun OPD, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora,” pungkasnya.
Dengan adanya FBI 2025, diharapkan semakin banyak inovasi yang muncul dan dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan pembangunan di Blora. Pemerintah daerah optimistis bahwa melalui ajang ini, kreativitas dan potensi masyarakat akan semakin berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.






