Klikjateng, Blora – Calon bupati Blora Arief Rohman, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor investasi di wilayahnya. Pada kunjungan ke lokasi pabrik PT Pentawira Agraha Sakti yang berlokasi di Jl. Blora – Cepu, Desa/Kecamatan Jiken, Blora. Arief menegaskan bahwa iklim investasi di Blora sangat kondusif dan aman bagi para pengusaha. Hal ini disampaikan saat bertemu dengan Liem, salah satu pemilik PT Pentawira, yang sedang mempersiapkan operasional pabrik besar di Blora.
“Blora menawarkan potensi luar biasa, terutama dari segi sumber energi gas yang melimpah. Investasi PT Pentawira di sini menjadi bukti bahwa Blora siap menyambut lebih banyak investor dengan proses perizinan yang lancar dan dukungan penuh dari pemerintah daerah,” ujar Arief Rohman.

Investasi Hampir 0,5 Triliun dan Rencana Produksi Kalsium
Pabrik PT Pentawira di Blora menjadi salah satu lokasi strategis perusahaan yang ke-8, setelah beberapa lokasi lainnya seperti di Tuban dan Jember. Menurut Liem, pabrik di Blora merupakan pabrik terbesar kedua, dengan investasi mencapai hampir 0,5 triliun rupiah. Pabrik ini akan memproduksi beberapa bahan penting seperti kalsium oksida, kalsium karbonat, dan kalsium hidroksida.
“Lokasi ini sangat strategis dan fasilitas yang kami bangun di Blora merupakan salah satu yang terbesar. Kami berterima kasih kepada Pak Arief Rohman dan timnya yang telah membantu seluruh proses perizinan dengan baik. Tidak ada kendala besar, hanya hal-hal kecil yang wajar dalam proses pembangunan, tetapi semuanya berjalan lancar,” ujar Liem saat mendampingi Arief di pabrik.

Lebih lanjut, Liem mengungkapkan bahwa pabrik ini akan mulai beroperasi pada pertengahan November 2024. Proses operasional pabrik masih menunggu penyaluran gas yang disediakan oleh Pertagas.
“Kami berharap bisa memulai proses produksi antara tanggal 15 hingga 21 November. Setelah penyaluran gas selesai, kami akan memulai proses pembakaran bahan baku dan memproduksi kalsium secara bertahap,” kata Liem.
Potensi Besar Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Selain memberikan dampak ekonomi dari sisi investasi, keberadaan pabrik ini juga membawa harapan bagi masyarakat lokal terkait penyerapan tenaga kerja. Saat ini, PT Pentawira sudah mempekerjakan sekitar 150 orang untuk tahap pembangunan pondasi dan persiapan operasional.
“Untuk tahap awal, tenaga kerja yang terlibat memang masih terbatas, sekitar 150 orang. Namun, ke depannya kami akan melihat kebutuhan operasional yang lebih besar. Saat produksi penuh, kami menargetkan produksi sebesar 800 hingga 900 ton, dengan kapasitas awal pada Desember mencapai 400 hingga 450,” jelas Liem.

Selain tenaga kerja untuk produksi, pabrik ini juga akan membuka peluang kerja bagi sektor pendukung seperti transportasi. Diperkirakan sekitar 100 truk akan dikerahkan untuk mendukung distribusi hasil produksi dari pabrik PT Pentawira Agraha Sakti.
Sumber Energi Gas Blora Menarik Perhatian Investor
Arief Rohman menekankan bahwa salah satu daya tarik utama Blora bagi investor adalah ketersediaan sumber energi gas yang melimpah. Potensi ini, menurut Arief, menjadi nilai tambah bagi Blora untuk menarik lebih banyak investasi ke depannya.
“Ketersediaan gas di Blora menjadi faktor penting yang menarik bagi para investor. Kami memiliki cadangan gas yang besar, dan jika ada kebutuhan tambahan, kami siap berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan suplai gas yang dibutuhkan pabrik-pabrik di Blora terpenuhi,” ujar Arief Rohman.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap mengawal setiap proses perizinan dan kebutuhan lainnya untuk memudahkan para investor yang ingin menanamkan modal di Blora.
“Kami ingin memastikan bahwa Blora adalah tempat yang aman dan nyaman bagi investor. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh setiap langkah investasi, mulai dari perizinan hingga kebutuhan energi. Tidak perlu khawatir, kami kawal semuanya agar berjalan lancar,” tambah Arief.

Dorongan untuk Mengundang Investor Lain ke Blora
Liem, sebagai salah satu pengusaha yang telah merasakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Blora, optimistis bahwa iklim investasi di Blora akan semakin berkembang. Ia berencana untuk mengajak rekan-rekan investornya untuk turut menanamkan modal di Blora, melihat bagaimana PT Pentawira berhasil membangun pabrik dengan kondisi yang sangat kondusif.
“Saya akan mengundang teman-teman investor lain untuk berinvestasi di Blora. Mereka pasti akan melihat bagaimana kami bisa membangun pabrik ini dengan lancar dan tanpa hambatan. Saya yakin Blora memiliki potensi yang sangat besar,” kata Liem.
Keberadaan PT Pentawira Agraha Sakti di Blora diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat sektor industri di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Blora optimis bahwa dengan semakin banyaknya investor yang datang, Blora akan berkembang menjadi salah satu sentra industri terkemuka di Jawa Tengah.
(Angga)






