Klikjateng, Blora – Upaya memajukan sektor ekonomi kreatif dan UMKM di Kabupaten Blora terus dilakukan. Salah satu inisiatif yang tengah digagas adalah pendirian studio televisi digital yang akan menjadi wadah promosi potensi daerah. Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abdullah Aminudin, menyatakan bahwa studio ini nantinya bisa menjadi embrio dari Blora TV, sebuah platform digital yang akan mengangkat nama Blora ke tingkat nasional maupun internasional.
Mengangkat Blora ke Panggung Lebih Luas
Dalam wawancara eksklusif, Abdullah Aminudin menegaskan bahwa tujuan utama dari pendirian studio ini adalah untuk meningkatkan visibilitas Blora di mata dunia. “Kita ingin Blora lebih dikenal, lebih viral, supaya tampak di belahan dunia yang lain. Harapannya, investor akan datang, wisata akan hidup, kuliner berkembang, dan potensi lokal seperti seni, budaya, serta UMKM bisa terekspos lebih luas,” jelasnya. Sabtu (25/01/2025).
Menurutnya, Blora memiliki kekayaan sumber daya yang luar biasa, mulai dari sektor pariwisata, kuliner khas, hingga seni tradisional yang masih lestari. Namun, kurangnya eksposur membuat potensi tersebut belum tergarap secara maksimal. Melalui studio televisi digital ini, berbagai aspek unggulan Blora dapat dipromosikan secara masif.
Konsep Siaran dan Pemanfaatan Media Digital
Terkait konsep siaran, Abdullah menjelaskan bahwa pada tahap awal, media sosial akan menjadi platform utama penyebaran konten. “Kita tetap menggunakan media yang sudah ada seperti YouTube, Instagram, dan TikTok yang diperbolehkan di Indonesia. Dengan satu sentuhan, semua bisa tampak,” ungkapnya.
Strategi ini diambil mengingat tren digital yang semakin berkembang, di mana masyarakat lebih banyak mengakses informasi melalui media sosial dibandingkan televisi konvensional. Dengan pendekatan ini, diharapkan promosi Blora dapat menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda dan pelaku industri kreatif.
Lokasi dan Infrastruktur Masih dalam Pembahasan
Saat ditanya mengenai lokasi dan infrastruktur studio, Abdullah menyatakan bahwa hal ini masih dalam tahap diskusi. “Monggo, kalau nanti memang belum ada lokasinya, saya siapkan juga tidak apa-apa,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk mendukung realisasi proyek ini, termasuk dari segi fasilitas yang dibutuhkan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proyek ini berjalan lancar. “Kemarin, ada Mas Heri dari PWI dan Mas Abbas yang juga senior, mereka mengapresiasi rencana ini. Ke depan, kita akan dorong agar ini bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Pendanaan dan Operasional Masih Dikaji
Mengenai sumber pendanaan dan mekanisme operasional studio televisi digital ini, Abdullah Aminudin mengaku masih dalam tahap pembahasan bersama berbagai pihak. “Untuk nanti kita pikir bareng-bareng,” katanya singkat.
Meski demikian, ia optimistis bahwa dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta pelaku ekonomi kreatif, studio ini bisa terwujud dan memberikan manfaat besar bagi Blora.
Target Realisasi Masih dalam Proses Perencanaan
Saat ditanya mengenai target realisasi proyek ini, Abdullah mengungkapkan bahwa saat ini tim masih dalam tahap perancangan awal. “Kita desain dulu, beberapa teman yang konsen di bidang ini sudah mulai menggodok konsepnya,” jelasnya.
Ia berharap, dalam waktu dekat, akan ada langkah konkret untuk memulai pembangunan studio ini. Jika terealisasi, studio televisi digital ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah, menarik lebih banyak investor, serta mengangkat Blora sebagai pusat ekonomi kreatif yang lebih dikenal luas.
Dengan adanya inisiatif ini, masyarakat Blora dapat berharap adanya platform baru yang akan memperkenalkan potensi lokal ke tingkat yang lebih luas, membuka peluang usaha, dan memperkuat daya saing daerah di era digital.






