Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Aliansi Masyarakat Blora Desak Kampus UNY Dibangun di Blora Kota, Tolak Rencana di Cepu

badge-check


					Aliansi Masyarakat Blora Desak Kampus UNY Dibangun di Blora Kota, Tolak Rencana di Cepu Perbesar

Klikjateng, Blora – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Blora menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Blora pada Kamis (8/5/25). Mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di wilayah Cepu, dan mendesak agar kampus negeri tersebut dibangun di Blora Kota demi pemerataan akses pendidikan tinggi.

Koordinator Aliansi, Yayun, menegaskan bahwa aspirasi ini datang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari lulusan SD hingga SMA. Menurutnya, Blora Kota selama ini masih minim akses terhadap pendidikan tinggi, berbeda dengan Cepu yang sudah memiliki sejumlah perguruan tinggi berkualitas.

 

“Cepu sudah memiliki banyak perguruan tinggi dengan standar bagus. Blora Kota justru masih sangat minim. Kalau UNY dibangun di Cepu, itu hanya memperlebar ketimpangan. Blora Kota juga butuh akses pendidikan tinggi,” tegas Yayun dalam audiensi tersebut.

Aliansi Masyarakat Blora menyampaikan enam tuntutan utama, antara lain percepatan pembangunan kampus UNY di Blora Kota, penghentian ketimpangan pembangunan yang berfokus di Cepu, serta dorongan agar rakyat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Mereka juga mendorong agar keberadaan kampus dapat menjadi penggerak UMKM dan ekonomi lokal.

“Kami kecewa karena audiensi ini tidak dihadiri langsung oleh Bupati. Kami ingin keputusan lokasi kampus segera ditetapkan dan rakyat harus didengar,” tambah Yayun.

Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, mengatakan bahwa Pemkab masih melakukan kajian bersama legislatif terkait lokasi paling strategis. Namun ia memastikan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi pertimbangan penting.

“Aspirasi dari aliansi akan menjadi bagian penting dalam pertimbangan kami. Dan hingga saat ini belum ada penolakan dari masyarakat Blora Kota, jadi ini bisa menjadi salah satu landasan dalam pengambilan keputusan,” ujar Komang.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyatakan bahwa pihaknya akan aktif memfasilitasi aspirasi masyarakat. Ia berharap proses pembangunan kampus UNY dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi warga Blora.

“Kita ingin pembangunan ini membawa manfaat besar, terutama untuk masyarakat Blora. Kami akan bantu agar proses ini berjalan sesuai harapan rakyat,” ungkapnya.

Audiensi tersebut mencerminkan tingginya semangat warga Blora untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi yang adil dan merata. Kini, masyarakat menanti keputusan pemerintah—apakah akan mendekatkan kampus kepada rakyat, atau tetap pada pola pembangunan yang dianggap tidak merata.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita