Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Bos Geng Kokar 411 Ditangkap Usai Tawuran di Semarang, Berjanji Akan Membubarkan Kelompoknya

badge-check


					Bos Geng Kokar 411 Ditangkap Usai Tawuran di Semarang, Berjanji Akan Membubarkan Kelompoknya Perbesar

Klikjateng, Semarang – Niko Noval Eka Saputra (23), pimpinan geng Kokar 411, ditangkap bersama dua anggotanya setelah terlibat tawuran di Kota Semarang. Ia berjanji akan membubarkan kelompoknya di hadapan Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar.

“Iya, Pak, dibubarkan,” ujar Niko saat dimintai keterangan oleh polisi pada Senin (23/9/2024).

Niko ditangkap bersama Muh Rezky Nugroho (21) dan FAS (16) setelah tawuran yang terjadi pada 15 Juli 2024 di Muktiharjo Raya, Kecamatan Genuk, sekitar pukul 03.00 WIB. Ketiganya ditangkap di rumah masing-masing oleh aparat kepolisian pada Sabtu (21/9).

“Ketiga tersangka adalah bagian dari kelompok Kokar 411,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, saat ditemui di lobi kantornya.

Irwan menjelaskan bahwa tawuran tersebut berawal dari saling tantang di media sosial antara geng Kokar 411 dan geng Timur. Dalam peristiwa itu, Leonard Manurung (21) dari geng *Timur* menjadi korban.

“Korban melakukan penyerangan ke wilayah Genuk setelah tantang-tantangan di Instagram. Saat tiba di lokasi, para pelaku langsung menyambut serangan tersebut,” jelas Irwan.

Iuran untuk Membeli Celurit

Di lokasi kejadian, korban dibacok di bagian kepala hingga tak sadarkan diri. Leonard juga mengalami cedera serius hingga harus menjalani operasi di telinga dan lutut kirinya.

Niko mengungkapkan bahwa geng lawan datang dengan jumlah sekitar 50 orang, sedangkan gengnya hanya beranggotakan 13 orang saat kejadian.

“Mereka datang 50 orang, kami cuma 13 orang,” kata Niko.

Sebagai pimpinan geng, Niko mengaku kelompoknya rutin mengumpulkan iuran untuk membeli senjata tajam, termasuk celurit, yang digunakan dalam aksi tawuran.

“Kami iuran buat beli sajam. Saya sudah dua kali ikut tawuran. Saya ketuanya,” tambah Niko.

Saat ini, ketiga tersangka masih menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut terkait aksi tawuran yang mereka lakukan.

(SG/V)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita