Menu

Mode Gelap
Pemkab Demak Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas PAUD ‎ Hari Kartini di SMKN 1 Demak, Momentum Perkuat Semangat Perempuan Berpendidikan Pemkab Rembang Pastikan Siswa SDN Balongmulyo Tertangani, SPPG Karangharjo Dihentikan Sementara ‎ TKA SD di Rembang Berjalan Tertib, Diikuti 7.921 Siswa Upacara Hari Kartini di Rembang Khidmat, Menteri PPPA Tegaskan Pentingnya Kesetaraan Gender ‎ Dapur SPPG Bogowanti Terancam Ditutup, Limbah Meluber ke Permukiman Warga

Berita

Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru Jalani PKL di KPH Mantingan, Belajar Langsung Pengelolaan Hutan Jati

badge-check


					Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru Jalani PKL di KPH Mantingan, Belajar Langsung Pengelolaan Hutan Jati Perbesar

Klikjateng, Rembang – Puluhan siswa dari SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Kabupaten Blora. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran langsung di lapangan terkait pengelolaan hutan.

‎Wakil Kepala KPH Mantingan, Arief Yudiarko, menjelaskan bahwa kehadiran siswa PKL dari luar daerah merupakan hal yang rutin dilakukan sebagai bagian dari kontribusi Perhutani dalam dunia pendidikan kehutanan.

‎“SMK Kehutanan di Indonesia jumlahnya terbatas, hanya ada beberapa di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Pekanbaru, Samarinda, Sulawesi, dan Papua. Saat ini yang melaksanakan PKL di KPH Mantingan berasal dari SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru,” jelasnya. Selasa (21/4/2026).

‎Sebanyak 34 siswa mengikuti PKL yang terbagi dalam empat regu dan ditempatkan di sejumlah Resort Pemangkuan Hutan (RPH), yakni RPH Tlogo, RPH Sendangharjo, RPH Trembes, dan RPH Mantingan. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya merupakan siswa perempuan.

‎Arief menyebutkan, para siswa akan menjalani PKL selama kurang lebih satu bulan. Saat ini, mereka telah memasuki hari kelima dengan berbagai kegiatan teknis kehutanan.

‎“Materi yang diberikan meliputi perencanaan hutan, inventarisasi, hingga kegiatan keamanan hutan. Ini penting agar siswa memahami langsung praktik di lapangan,” tambahnya.

‎Sementara itu, salah satu siswa PKL, Firmansyah, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut kegiatan seperti patroli hutan dan inventarisasi menjadi pengalaman yang paling berkesan.

‎“Kami belajar langsung pengukuran pohon, mengenali kondisi hutan, serta bagaimana menjaga hutan dari kerusakan. Tantangannya ada pada medan dan cuaca, tapi itu jadi pengalaman berharga,” ujarnya.

‎Ia juga menilai kondisi hutan di wilayah KPH Mantingan cukup terkelola dengan baik, terutama hutan jati yang memiliki karakter berbeda dibandingkan hutan tropis di daerah asalnya, Riau.

‎Selain itu, interaksi dengan petugas Perhutani dan masyarakat sekitar dinilai sangat membantu dalam proses pembelajaran. Para siswa mendapatkan bimbingan langsung serta pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan.

‎Melalui kegiatan PKL ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu teknis, tetapi juga pengalaman nyata sebagai bekal memasuki dunia kerja di bidang kehutanan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita