Klikjateng, Blora – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Blora terus menunjukkan langkah progresif dalam menekan angka balap liar sekaligus menjaring talenta muda berbakat di bidang otomotif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran DWS Road Race 2026 yang digelar pada Sabtu (14/2/2026).
Ajang balap ini bukan sekadar hiburan adu kecepatan, tetapi menjadi strategi konkret pembinaan atlet balap motor secara terukur dan berjenjang menuju level nasional.
Ketua IMI Blora, Adiria, yang juga legislator Fraksi Gerindra DPRD Blora, menegaskan bahwa DWS Road Race dirancang sebagai wadah resmi bagi para pecinta balap untuk menyalurkan hobi secara positif dan profesional.
“Ini bukan sekadar event balap. Kami menyiapkan jenjang yang jelas, mulai dari kelas lokal, Karesidenan Pati, tingkat provinsi, hingga kelas open nasional. Bahkan kami mengakomodasi pembalap dari Bojonegoro dan Tuban. Para juara di sini akan kami dorong menuju Porprov hingga level profesional,” ujar Adiria di sela-sela acara.
Tahun ini, DWS Road Race tampil lebih bergengsi karena terintegrasi dengan ajang Pra-Porprov dan mempertandingkan total 37 kelas perlombaan. Antusiasme peserta dan penonton pun terlihat tinggi, tidak hanya dari Blora tetapi juga dari daerah sekitar seperti Pati, Grobogan, dan Rembang.
Tantangan Fasilitas dan Minimnya Jam Terbang
Di balik semangat besar tersebut, IMI Blora masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait fasilitas latihan. Berbeda dengan daerah seperti Boyolali, Semarang, dan Banyumas yang telah memiliki sirkuit permanen, Blora masih mengandalkan sirkuit non-permanen.
Menurut Adiria, potensi pembalap muda Blora sangat besar. Setidaknya ada sekitar enam bibit pembalap lokal yang dinilai memiliki kemampuan luar biasa. Namun, keterbatasan fasilitas membuat mereka kalah dalam hal jam terbang dan intensitas latihan.
“Potensi kita besar, tapi mereka masih kalah pengalaman karena minim latihan rutin. Ini yang ingin kami benahi bersama,” ungkapnya.
Wacana Sirkuit di Bandara Ngloram dan Kawasan Stadion
Untuk mengatasi kendala tersebut, IMI Blora berharap adanya sinergi lebih kuat dengan Pemerintah Kabupaten Blora, Satlantas, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Beberapa opsi lokasi yang diwacanakan untuk latihan permanen antara lain kawasan Bandara Ngloram serta area lahan parkir stadion baru di kawasan lapangan golf yang memiliki hamparan aspal luas dan dinilai representatif.
Adiria menilai tingginya animo masyarakat di wilayah Blora dan sekitarnya merupakan modal sosial yang sangat kuat. Selain mencetak prestasi, event balap resmi juga berdampak pada pergerakan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM yang ikut meramaikan arena perlombaan.
“Hasil kesuksesan event ini akan kami laporkan ke IMI Pusat dan kementerian terkait. Harapannya ada dukungan agar Blora segera memiliki fasilitas sirkuit yang mumpuni,” tegasnya.
Dengan langkah terarah dan dukungan berbagai pihak, IMI Blora optimistis mimpi melahirkan pembalap profesional dari Bumi Mustika bukan lagi sekadar angan, melainkan target nyata yang siap diwujudkan.






