Klikjateng, Blora – Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di aliran sungai dekat Pasar Hewan kawasan Pasar Pon Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban diketahui bernama Lastari (40), warga Desa Bogorejo, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.
Wakapolsek Blora Kota, Iptu Bambang Utoyo mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 17.30 WIB terkait adanya seorang perempuan yang terjatuh ke aliran sungai.
“Awalnya sekitar pukul 17.00 WIB, saksi melihat korban sedang mencari rosok atau barang-barang bekas di belakang rumahnya. Setelah itu saksi mandi dan mendengar suara seperti benda tercebur ke sungai,” jelasnya.
Saat mengintip dari lubang kamar mandi, saksi melihat korban sudah terjatuh ke dalam aliran sungai tersebut. Saksi kemudian bergegas keluar dan berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Peristiwa itu lalu dilaporkan ke Polsek Blora Kota.
Petugas kepolisian bersama tim BPBD Kabupaten Blora segera mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi. Meski kedalaman air hanya sekitar 30 sentimeter, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Jenazah kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr. R. Soetijono Blora untuk dilakukan pemeriksaan medis.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Hanya terdapat luka lecet pada alis kiri dan telinga kiri, serta dari hidung mengeluarkan busa,” terang Iptu Bambang.
Berdasarkan keterangan medis dan riwayat kesehatan, korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Diketahui, semasa hidupnya korban memiliki riwayat epilepsi akut.
Adapun ciri-ciri korban yakni tinggi badan sekitar 155 cm, berat badan 65 kilogram, rambut hitam panjang sebahu, serta berkulit sawo matang. Saat ditemukan, korban mengenakan baju lengan pendek warna coklat dan celana panjang warna putih.
Sementara itu, Kepala Desa Bogorejo, Kecamatan Japah, Sujiman, saat ditemui di RSUD dr. R. Soetijono Blora membenarkan bahwa korban merupakan warganya.
“Benar, yang bersangkutan adalah warga Bogorejo, Japah, yang memiliki riwayat sakit diduga epilepsi,” ujarnya.
Menurut Sujiman, penyakit tersebut telah diderita korban selama beberapa tahun terakhir. Ia juga menyebut korban kerap beraktivitas di area Pasar Hewan Pasar Pon Blora untuk membantu aktivitas perdagangan dan kegiatan lainnya.
Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar Pasar Pon sebelum akhirnya ditangani aparat kepolisian dan tim medis. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.






