Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Penanganan TBC di Rembang Lampaui Target, Capai 92,15 Persen

badge-check


					Penanganan TBC di Rembang Lampaui Target, Capai 92,15 Persen Perbesar

Klikjateng, Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mencatat capaian positif dalam penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC). Hingga 30 Desember 2025, kinerja penemuan dan pengobatan penderita TBC di Kabupaten Rembang tercatat telah melampaui target yang ditetapkan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, hingga akhir Desember 2025 sebanyak 1.479 penderita TBC berhasil ditemukan dan mendapatkan pengobatan. Jumlah tersebut melampaui target 90 persen atau setara dengan 1.445 penderita TBC yang harus ditemukan dan diobati sepanjang tahun 2025. Dengan capaian tersebut, persentase penanganan TBC di Kabupaten Rembang mencapai 92,15 persen.

Capaian tersebut mendapat apresiasi karena dinilai sebagai prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dengan semakin banyak penderita yang ditemukan dan diobati, upaya memutus mata rantai penularan TBC dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Ini termasuk prestasi di tingkat Jawa Tengah. Dengan menemukan dan mengobati penderita TBC, pemerintah bisa mempercepat upaya memutus mata rantai penyakit tersebut,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali.

Penanganan TBC di Kabupaten Rembang dilakukan secara komprehensif, meliputi pemberian obat antituberkulosis, pemantauan rutin kepatuhan pengobatan, vaksinasi BCG, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta upaya perbaikan sanitasi dan sirkulasi udara di lingkungan tempat tinggal pasien. Penanganan yang tepat dan cepat dinilai sangat penting untuk menyembuhkan penderita sekaligus mencegah penularan di masyarakat.

Keberhasilan penanganan TBC tersebut tidak lepas dari kerja sama lintas sektor, termasuk keterlibatan organisasi masyarakat yang menggerakkan kader desa untuk melakukan survei lapangan. Selain itu, Pemkab Rembang juga mengembangkan sejumlah inovasi, seperti pengantaran sampel dahak oleh kader atau dikenal dengan program Ojek Dahak, serta pengingat minum obat melalui pesan singkat.

Selain inovasi tersebut, puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Rembang juga mengoptimalkan pemanfaatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk mendukung penanganan TBC. Upaya yang dilakukan antara lain skrining aktif di perusahaan dan komunitas, pelaksanaan mini lokakarya lintas sektor setiap tiga bulan, investigasi kontak serumah, serta pelacakan kasus pasien yang mangkir pengobatan.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkab Rembang berharap capaian penanganan TBC dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC secara bertahap dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita