Klikjateng, Blora – Tim Resmob Satreskrim Polres Blora kembali menunjukkan ketangkasannya dalam mengungkap kasus kejahatan jalanan. Dua terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) kendaraan bermotor berhasil diamankan setelah beraksi di depan sebuah klinik di wilayah Kecamatan Kunduran. Mirisnya, kedua pelaku diketahui merupakan saudara kandung.
Kasus ini terungkap setelah adanya laporan kehilangan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam kombinasi hijau pupus bernopol K-6478-BE milik Joko Susanto (25). Motor tersebut dicuri pada Rabu malam, 5 November 2025, sekitar pukul 21.00 WIB saat korban sedang berada di dalam Klinik milik Lisetyoati, Desa Jagong, Kunduran, untuk pemeriksaan kandungan bersama saksi. Akibat aksi pencurian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp16 juta.
Pelaku Ditangkap Kurang dari 48 Jam
Menindaklanjuti laporan yang dibuat pada 6 November 2025, Tim Resmob Polres Blora di bawah pimpinan Ipda Iwan Nugroho langsung bergerak cepat. Hanya dalam dua hari, keberadaan para pelaku berhasil dilacak.
Pada Jumat (7/11/2025), petugas lebih dahulu menangkap STM (31) di Kelurahan Tegalgunung, Blora. Ia berperan sebagai eksekutor atau pemetik motor. Dari hasil pengembangan, polisi kemudian mengamankan adik kandungnya, JP (20), di Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan. JP bertindak sebagai pengawas situasi saat aksi pencurian berlangsung.
Barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy milik korban berhasil ditemukan dan diamankan beserta dokumen kendaraan lengkap, seperti BPKB dan STNK.
Apresiasi dari Kapolres Blora
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasatreskrim AKP Zaenul Arifin menyampaikan apresiasi atas respon cepat tim Resmob dalam mengungkap kasus tersebut.
“Dua terduga pelaku yang ternyata saudara kandung berhasil kami amankan kurang dari 48 jam sejak laporan diterima. Mereka memanfaatkan kelengahan korban yang memarkirkan kendaraannya di depan klinik. Keduanya kami jerat dengan Pasal 363 KUHPidana,” tegas AKP Zaenul Arifin.
Kedua pelaku kini telah diamankan di Mapolres Blora untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Keberhasilan ini kembali menjadi bukti kesigapan Satreskrim Polres Blora dalam menindak setiap bentuk kejahatan, terutama curanmor yang meresahkan masyarakat.






