Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Jamasan Pusaka Meriahkan Rangkaian Hari Jadi Ke-276 Kabupaten Blora

badge-check


					Jamasan Pusaka Meriahkan Rangkaian Hari Jadi Ke-276 Kabupaten Blora Perbesar

Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) menggelar prosesi jamasan atau pencucian pusaka milik Pemkab Blora, Kamis (4/12/2025). Kegiatan sakral yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora ini berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menyerahkan sejumlah pusaka milik Pemerintah Kabupaten Blora, termasuk Keris Kiai Bismo, kepada panitia untuk dilakukan penjamasan oleh petugas khusus. Serah terima dilakukan setelah pusaka dikeluarkan dari ruang penyimpanan resmi milik Pemkab.

Sebelum prosesi dimulai, digelar pula hajatan selamatan dengan tumpeng, jajan pasar, bubur abang, ingkung, serta sayur lodeh sebagai bentuk ungkapan syukur dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa jamasan pusaka bukan sekadar ritual tahunan, tetapi simbol penghormatan terhadap sejarah panjang Kabupaten Blora.

“Prosesi ini bukan semata ritual adat, melainkan nguri-uri warisan leluhur serta menghormati nilai sejarah, budaya, dan kebangsaan yang mengakar di Bumi Blora,” ucapnya.

Menurut Bupati, pusaka merupakan saksi bisu perjalanan Blora dari masa pra-kolonial, kerajaan, hingga era republik. Karena itu, merawat pusaka berarti merawat identitas dan jati diri masyarakat Blora.

Ia juga menyinggung tema Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora tahun ini, “Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur”, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, menjaga kerukunan, dan bersama-sama membangun Blora yang makmur serta berdaya saing.

“Menata masa depan Blora harus dengan semangat inovasi dan kemajuan, sebagaimana makna logo hari jadi tahun ini—potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Kepada seluruh generasi, baik tua maupun muda, ASN, tokoh masyarakat hingga pelajar, Bupati mengajak momentum jamasan sebagai pengingat pentingnya menghormati pendahulu, memperkuat persatuan, dan meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun Blora.

“Semoga dengan penjagaan pusaka dan semangat kebersamaan ini, Kabupaten Blora semakin aman, makmur, sejahtera, dan menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya.

Prosesi Jamasan: Menjaga Nilai dan Makna Pusaka

Keris Kiai Bismo yang dijamas merupakan pusaka peninggalan Bupati Blora terdahulu dan diwariskan secara turun temurun kepada pemimpin berikutnya. Proses jamasan melibatkan berbagai piranti seperti kembang setaman (mawar merah, mawar putih, melati, kenanga, dan kanthil), minyak wangi berbahan bunga melati atau kayu cendana, jeruk nipis atau belimbing wuluh, kelapa, kain mori, hingga menyan.

Salah satu bagian penting dalam jamasan adalah penggunaan warangan, bahan kimia khusus yang mampu membersihkan permukaan besi tosan aji sekaligus memperjelas pamor pada keris atau tombak. Setelah dipoles, guratan pamor akan tampak lebih jelas sehingga memudahkan pembacaan maknanya.

Menjelang Kirab Pusaka

Sebagai informasi, Hari Jadi Kabupaten Blora diperingati setiap 11 Desember. Pada pukul 00.00 WIB malam nanti, akan digelar Kirab Pusaka atau Temu Gelang, yang diikuti Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Forkopimda, Sekda, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat se-Blora, serta para Lurah di wilayah Kecamatan Blora. Kirab ini menjadi puncak rangkaian tradisi yang sarat makna sejarah, budaya, dan spiritual bagi masyarakat Blora.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita