Menu

Mode Gelap
Wabup Blora Dorong Petani Hutan Sosial Kembangkan Usaha, Siap Upayakan Bantuan CSR Pemkab Blora Gandeng UIN Sunan Kalijaga, Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Pembangunan Daerah Truk dan Pick up Terlibat Kecelakaan di Jalan Blora–Cepu, Tiga Orang Terlibat Insiden Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎

Berita

Warga Ledok Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Protes Kerusakan Akibat Lalu-Lalang Truk Pertamina

badge-check


					Warga Ledok Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Protes Kerusakan Akibat Lalu-Lalang Truk Pertamina Perbesar

Klikjateng, Blora – Ratusan warga Desa Ledok, Kecamatan Sambong, melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan utama desa sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang semakin parah. Aksi berlangsung pada Kamis (27/11/2025) dan diikuti sekitar 125 hingga 150 warga.

Koordinator Lapangan (Korlap), Yoyok Harianto, mengatakan aksi tersebut muncul karena keresahan masyarakat lantaran jalan sepanjang 3,5 kilometer—dari perempatan Sambong hingga pertigaan wilayah kerja (WK) Pertamina—hancur akibat lalu-lalang kendaraan berat milik Pertamina EP Cepu Field Zona 11.

“Hampir setiap hari kendaraan Pertamina lewat dengan tonase melebihi 25 ton, padahal jalan itu menggunakan konstruksi aspal yang tidak sesuai dengan kendaraan Pertamina,” ujarnya.

Yoyok menambahkan, jalan tersebut terakhir dibangun pada 2015. Namun dalam lima tahun terakhir dilewati truk-truk berat Pertamina sehingga menimbulkan kerusakan di hampir seluruh titik.

“Pertamina pernah memperbaiki, tapi hanya menggunakan padel. Warga sudah sering meminta pembangunan ulang, tapi Pertamina beralasan karena jalan ini milik Kabupaten,” jelasnya.

Aset Jalan Milik Pemkab, Warga Tetap Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Blora, Danang, membenarkan bahwa aset jalan tersebut sudah dilimpahkan ke Pemkab Blora. Namun ia memahami tuntutan warga yang meminta Pertamina turut bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan kendaraan beratnya.

“Tuntutan warga agar Pertamina melakukan perbaikan jalan dengan rigit beton karena Pertamina memang melakukan aktivitas di Desa Ledok,” terangnya.

Ia menjelaskan, Pemkab melalui DPUPR akan mengajukan permohonan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pertamina mengingat wilayah itu masuk dalam WK Pertamina EP Cepu Field Zona 11.

“DPUPR akan membuat surat usulan CSR ke Pertamina sambil mengajukan usulan di tahun anggaran 2026,” tambah Danang.

Polisi: Warga Kecewa, Tidak Ada Perwakilan Pertamina Hadir

Kapolsek Sambong, AKP Subardi, mengungkapkan bahwa tuntutan warga cukup jelas: perbaikan jalan dari perempatan Sambong sampai Ledok melalui tiga desa. Menurutnya, warga juga kecewa karena tidak ada satu pun perwakilan Pertamina yang hadir dalam audiensi.

“Dalam aksi itu mereka menanam pohon dan membuat portal karena jalan banyak yang rusak. Masyarakat intinya ingin ditemui pihak PU Bina Marga dan Pertamina. Karena tidak ada perwakilan Pertamina yang hadir, mereka masih kecewa dan portal masih dipasang,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih mempertahankan portal serta pohon pisang sebagai simbol kekecewaan, menunggu respons konkret dari Pertamina maupun Pemkab Blora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita