Klikjateng, Blora – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soetijono Blora menargetkan peningkatan status dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Blora.
Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Puji Basuki, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan baik dari sisi layanan, sarana prasarana maupun penguatan SDM untuk memenuhi standar rumah sakit tipe B.
“Rumah sakit kita saat ini masih tipe C. Secara struktural masih minim, tapi Pelayanan Terpadu (PT) kita sudah di atas 200. Itu menjadi modal kuat untuk naik ke tipe B,” ungkap dr. Puji saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/11/2025).
SDM dan Dokter Subspesialis Jadi Tantangan Utama
Menurut dr. Puji, salah satu syarat utama yang harus dipenuhi untuk naik kelas adalah penambahan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dokter spesialis konsultan atau subspesialis.
“Saat ini kita baru memiliki dokter fellowship, yakni yang mempelajari intervensi seperti neurologi intervensi. Ke depan, kita akan dilengkapi alat ceslap untuk mendukung layanan intervensi tersebut,” jelasnya.
Ia menerangkan, alat ceslap merupakan teknologi medis canggih yang mampu menghancurkan sumbatan di otak. Dalam waktu dekat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana mendistribusikan alat tersebut ke RSUD Blora.
Sarana-Prasarana Terus Berkembang
Berbagai fasilitas baru kini juga tengah disiapkan. Pihak rumah sakit telah menambah layanan hemodialisa (HD), dan tengah mempersiapkan ruang kemoterapi serta menargetkan ICU dan VCU rampung akhir tahun ini.
“Sebentar lagi kita punya ruangan kemoterapi, alat ceslap, layanan hemodialisa sudah tersedia, dan ICU serta VCU akan hadir di akhir tahun ini,” ujarnya.
Meski demikian, dr. Puji menegaskan bahwa peningkatan SDM tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dikejar. Pendidikan dokter spesialis konsultan membutuhkan waktu yang tidak singkat.
“Paling cepat 5 tahun karena butuh waktu untuk pendidikan tenaga medis,” tegasnya.
Dorong Transformasi Digital Rumah Sakit
Selain peningkatan layanan medis, RSUD juga sedang mengembangkan sistem rumah sakit berbasis digital untuk mempercepat proses layanan dan meningkatkan kepastian pelayanan.
“Kita sedang menuju ke sistem layanan satu paket berbasis kelompok, supaya pelayanan lebih fokus dan terarah,” imbuhnya.
Kepuasan Masyarakat Ikut Meningkat
Dalam masa kepemimpinannya, dr. Puji mencatat adanya kenaikan kepuasan masyarakat terhadap layanan RSUD dr. R. Soetijono. Berdasarkan survei internal, nilai kepuasan naik dari 8,34 menjadi 8,44.
“Artinya, pelayanan kita sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun target kita adalah menjadikan rumah sakit ini yang terbaik dari sisi layanan,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, dr. Puji menyampaikan optimisme bahwa RSUD Blora mampu naik kelas dalam beberapa tahun ke depan.
“Yang pasti, kita harus meningkatkan kompetensi SDM dan memenuhi seluruh sarana prasarana. Insha Allah, rumah sakit kita akan jauh lebih bagus lagi,” pungkasnya.






